I'm thinking of you
In my sleepless solitude tonight
(My All – Mariah Carey)
Dikesunyian malam ini melamunkan kenangan indah bersamamu terasa sejuta butiran kristal yang menghujam relung hati ini, terkoyak oleh rasa yang terlalu indah. Memang setiap kenangan terkadang ingin dilupakan namun kenangan bersamamu dalam suka dan duka terasa tak ingin kulupa walau sekejap.
Indah terasa indah, semuanya indah.
Aku terbawa dalam kenangan memori yang terlukis indah dalam kenangan Bali September 2006. Ada untaian lagu indah yang menghagatkan kebersamaan.
In my sleppless solitude tonight…dalam tidur di malam-malamku yang sunyi, aku akan bersama sunyi dan sepi kedepan karena tak kan ada tawa canda yang biasa kita lewatkan….
Kenangan Bali begit indah, tak ada marah, tak ada benci semua terbungkus dalam cinta yang membara.
If it's wrong to love you
Then my heart just won't let me be right
Cause I've drowned in you
And I won't pull through
Without you by my side
Aku tak tahu sampai sekarang, kenapa ini terjadi…entahlah apakah ini yang terbaik? Terlintas ucapan teman kita, jagalah persahabatan ini, jagalah hubungan ini. Iya akau kan menjaganya sampai kapanpun..karena tiada yang terindah yang pernah kutemui dalam persahabatan dan hubungan ini selain denganmu. Ada relung hati yang beda saat bersama lagi setelah malam itu, ada rindu yang hanya hati kita berdua yang tahu…
Cause I can't go on
Living in the memory of our song
Memory tentang lagu ini begitu menyentuhku sampai kapanpun, teringat romantisme malam itu dibalut oleh kebersamaan kita. Kenapa kenangan itu begitu indah? Kenapa???
I'd give my all
For your loveTonight
Ya.... kamu telah memberikan cintamu bukan hanya malam itu tapi (entah) apakah sampai sekarang (masih ada?)
Q in Bali medio September
Saturday, November 18, 2006
Kenangan 2
Wednesday, November 15, 2006
Kenangan Terindah (satu)
Bila yang tertulis untukku adalah yang terbaik untukmu
Kan kujadikan kau kenangan yang terindah dalam hidupku
Namun tak kan mudah bagiku melupakan jejak hidupku
Kan terukir abadi sebagai kenangan yang terindah…..
(Kenangan Terindah – SamsonS)
Mata ini masih sembab setelah semalam air mata ini mengalir tanpa henti, tak kuasa membendung setiap kenangan yang terlintas dalam ingatan. Dalam sesak yang mengunung dalam dada, dalam perih yang menoreh asa ini, aku begitu rapuh dalam sesal yang (akan) berkepanjangan.
Jauh terbayang 3 bulan 6 hari lalu, malam itu juga hamper lima jam kita bersama meragkai kata dalam jaringan CDMA. Aku membayangakn kenangan yang mengiris dada ini, menoreh kenangan membawa sesak dalam dada. Aku tak kuasa untuk meneruskan kata-kata ini, karena setiap langkah dalam kebersamaan dengannya selalu ada sesatu untuk sulit dilupakan. Dalam 3 bulan 6 hari begitu besar aku menyusahkan dia, memang terkadang aku begitu egois untuk selalu dan selalu menolak keinginanya, kenapa?
Aku tak menyadari air mata itu kembali membasahi dan aku terisak dalam sesak di dada ini.
Klise memang kata-kataku, aku tak menyesali akan apa yang terjadi, namun kenapa aku berada pada posisi seperti ini? Aku tak kuasa menerima ini sebelum harusnya dia hadir. Sosok yang tak akan pernah kulupa, tak akan pernah sampai kapan pun. Menuliskan dia, tak kan habis jalinan kata-kataku, karena begitu banyak jejak langkah yang ditinggalkan dalam kenangan bersamanya. Terlalu banyak kebahagiaan yang ditorehkan dalam lintasan pagi siang sore dan malam bersamanya.
Aku tak kuasa meneruskan untaian isi hati ini, tak kuasa. Sedih masih bergantung di hati ini, tapi aku harus sadar, aku tak bisa larut dalam kesedihan yang akan membuatku sakit, sakit yang membuatku lemah. Tak akan ada lagi orang yang sebaik dia untuk selalu memperhatikanku, tak akan ada lagi orang yang setulus dia akan berada disisiku, jangan, jangan biarlah dia akan tetap dan selalu menjadi penyemangat dalam hidupku sekarang dan nanti. Dan mulai detik ini…..
Berpisah denganmu, tlah membuatku smakin mengerti….
Betapa indah saat bersama, yang selalu kukenang….
(Selamat Jalan Kekasih - Rita Effendi)
Perpisahan ini, begitu menyesakkan dada, bila kuingin memutar waktu, aku tak ingin aku hadir dalam kehidupannya. Dia yang begitu baik dan perhatian, sepantasnya bukan aku yang mendapatkannya. Kenangan tentang awal pertemuan ini begitu indah untuk kukenang. Pertama kali ketemu, gimana paniknya aku saat pertama kali dia datang ketempatku……pertama kali makan siang….(apakah makan siang terakhir kemarin, ditempat kita pertama kali makan siang adalah pertanda?) aku tak ingin menjawabnya, bialah berjalan…..
Setiap detik dari awal kehidupan kami begitu menyenangkan, ada tawa, ada kasih dan ada kebersamaan didalamnya.
Dia pasti tak tahu kalo saya begitu grogi saat pertama kali diajak kencan pertama malam itu, so special sekali, saat itu dia berfikir saya bukan tipikal orang yang memanfaatkan keadaan, tapi dia tak tahu karena saya tidak terbiasa aja, dari pada saya pilih, mending serahkan pada ahlinya (alhamdulillah saya bisa sedikit tersenyum mengingat kebodohan saya….). Dia begitu bangga saat itu mengenalkan saya kepada teman-temannya, terimakasih untuk kebanggaan itu ya, terimakasih…..
Sampai tiba malam itu ya, menjadi saat pertama kali kita menyepakati kebersamaan kita, aku ingat saat itu dia menangis untuk pertemuan itu dan sekarang saya seperti dia 3 bulan 6 hari lalu menangisi perpisahan ini, bukan karena apa tapi terlalu dalam jejak yang ditorehkan dalam hati dan raga ini….
Banyak kenangan yang tak akan bosan kutulis untukmu blogku, aku akan hadir disini untuk menorehkan kenangan indah ini, kenangan yang biarlah akan selalu kukenang, sampai kapanpun dan ijinkan aku menjadikan dia yang terakhir dan tak kan terganti….
“saya ingin mempertahankan hubungan ini karena saya ingin menjagamu…..”
Terimakasih sahabat, terimakasih (maaf kan) kata sayang itu terlampau perih kuucapkan sekarang, walaupun waktu 3 bulan 6 hari bukan waktu yang singkat untuk begitu saja menghilangkan kebiasaan itu. Kata-katamu selau dan selalu akan kukenang, biarkan dia akan menjadi tameng ku untuk mengarungi bahtera kehidupan ini. Sekarang aku mempunyai semangat untuk menyelami waktu dalam kesibukannku, aku mempunyai kompas untuk selalu mengarahkanku bila kusalah, bila kukhilaf. Terimakasih untuk mau dan mau menjadi light in my life.
“diam…..”
entah apa yang akan kulakukan, diam menghampiri, sepi menyelimutiku…..
terimakasih untuk semua yang kau berikan ya……
(kan kuukir abadi sebagai kenangan yang terindah…..)
Kan kujadikan kau kenangan yang terindah dalam hidupku
Namun tak kan mudah bagiku melupakan jejak hidupku
Kan terukir abadi sebagai kenangan yang terindah…..
(Kenangan Terindah – SamsonS)
Mata ini masih sembab setelah semalam air mata ini mengalir tanpa henti, tak kuasa membendung setiap kenangan yang terlintas dalam ingatan. Dalam sesak yang mengunung dalam dada, dalam perih yang menoreh asa ini, aku begitu rapuh dalam sesal yang (akan) berkepanjangan.
Jauh terbayang 3 bulan 6 hari lalu, malam itu juga hamper lima jam kita bersama meragkai kata dalam jaringan CDMA. Aku membayangakn kenangan yang mengiris dada ini, menoreh kenangan membawa sesak dalam dada. Aku tak kuasa untuk meneruskan kata-kata ini, karena setiap langkah dalam kebersamaan dengannya selalu ada sesatu untuk sulit dilupakan. Dalam 3 bulan 6 hari begitu besar aku menyusahkan dia, memang terkadang aku begitu egois untuk selalu dan selalu menolak keinginanya, kenapa?
Aku tak menyadari air mata itu kembali membasahi dan aku terisak dalam sesak di dada ini.
Klise memang kata-kataku, aku tak menyesali akan apa yang terjadi, namun kenapa aku berada pada posisi seperti ini? Aku tak kuasa menerima ini sebelum harusnya dia hadir. Sosok yang tak akan pernah kulupa, tak akan pernah sampai kapan pun. Menuliskan dia, tak kan habis jalinan kata-kataku, karena begitu banyak jejak langkah yang ditinggalkan dalam kenangan bersamanya. Terlalu banyak kebahagiaan yang ditorehkan dalam lintasan pagi siang sore dan malam bersamanya.
Aku tak kuasa meneruskan untaian isi hati ini, tak kuasa. Sedih masih bergantung di hati ini, tapi aku harus sadar, aku tak bisa larut dalam kesedihan yang akan membuatku sakit, sakit yang membuatku lemah. Tak akan ada lagi orang yang sebaik dia untuk selalu memperhatikanku, tak akan ada lagi orang yang setulus dia akan berada disisiku, jangan, jangan biarlah dia akan tetap dan selalu menjadi penyemangat dalam hidupku sekarang dan nanti. Dan mulai detik ini…..
Berpisah denganmu, tlah membuatku smakin mengerti….
Betapa indah saat bersama, yang selalu kukenang….
(Selamat Jalan Kekasih - Rita Effendi)
Perpisahan ini, begitu menyesakkan dada, bila kuingin memutar waktu, aku tak ingin aku hadir dalam kehidupannya. Dia yang begitu baik dan perhatian, sepantasnya bukan aku yang mendapatkannya. Kenangan tentang awal pertemuan ini begitu indah untuk kukenang. Pertama kali ketemu, gimana paniknya aku saat pertama kali dia datang ketempatku……pertama kali makan siang….(apakah makan siang terakhir kemarin, ditempat kita pertama kali makan siang adalah pertanda?) aku tak ingin menjawabnya, bialah berjalan…..
Setiap detik dari awal kehidupan kami begitu menyenangkan, ada tawa, ada kasih dan ada kebersamaan didalamnya.
Dia pasti tak tahu kalo saya begitu grogi saat pertama kali diajak kencan pertama malam itu, so special sekali, saat itu dia berfikir saya bukan tipikal orang yang memanfaatkan keadaan, tapi dia tak tahu karena saya tidak terbiasa aja, dari pada saya pilih, mending serahkan pada ahlinya (alhamdulillah saya bisa sedikit tersenyum mengingat kebodohan saya….). Dia begitu bangga saat itu mengenalkan saya kepada teman-temannya, terimakasih untuk kebanggaan itu ya, terimakasih…..
Sampai tiba malam itu ya, menjadi saat pertama kali kita menyepakati kebersamaan kita, aku ingat saat itu dia menangis untuk pertemuan itu dan sekarang saya seperti dia 3 bulan 6 hari lalu menangisi perpisahan ini, bukan karena apa tapi terlalu dalam jejak yang ditorehkan dalam hati dan raga ini….
Banyak kenangan yang tak akan bosan kutulis untukmu blogku, aku akan hadir disini untuk menorehkan kenangan indah ini, kenangan yang biarlah akan selalu kukenang, sampai kapanpun dan ijinkan aku menjadikan dia yang terakhir dan tak kan terganti….
“saya ingin mempertahankan hubungan ini karena saya ingin menjagamu…..”
Terimakasih sahabat, terimakasih (maaf kan) kata sayang itu terlampau perih kuucapkan sekarang, walaupun waktu 3 bulan 6 hari bukan waktu yang singkat untuk begitu saja menghilangkan kebiasaan itu. Kata-katamu selau dan selalu akan kukenang, biarkan dia akan menjadi tameng ku untuk mengarungi bahtera kehidupan ini. Sekarang aku mempunyai semangat untuk menyelami waktu dalam kesibukannku, aku mempunyai kompas untuk selalu mengarahkanku bila kusalah, bila kukhilaf. Terimakasih untuk mau dan mau menjadi light in my life.
“diam…..”
entah apa yang akan kulakukan, diam menghampiri, sepi menyelimutiku…..
terimakasih untuk semua yang kau berikan ya……
(kan kuukir abadi sebagai kenangan yang terindah…..)
Subscribe to:
Comments (Atom)