Saturday, February 03, 2007

sepi membungkusku diujung malam

(satu)

Dalam dingin malam ini, aku menemukan arti sebuah kata hati. Tak ada sedih, tak ada hilang apalagi cinta. Serasa ini adalah jawaban dari dari sejuta tanya yag bergelayut lama dalam dada ini.
Bila cinta itu ada, dimana rasa rindu akan kebersamaan dan kedekatan?
Sering kudengar dia bertutur tentang perhatiannya kepada seseorang, namun kenapa tak sedikitpun rasa itu hadir dalam asaku malam ini dan malam-malam sebelumnya?

Apakah rasa itu memang tak ada?

Aku masih menanti dalam pencarian itu menemukanku diujung malam sampai detik ini. Namun juga tak ada, sedih mampir dalam hatiku.
Kuhanya berharap hingga kutakkuasa berharap lagi. Sedih membungkusku dalam dinginnya malam ini.
Kuingin menangis tapi untuk apa? Tak kan ada air mata itu, tak kan ada iba itu.
Aku hanya bertanya, apa rasa itu hanya bualan anak kecil saja? Makin jelas kurasa bahwa cinta sendiri itu benar nyata dan kurasa malam ini.

Biarlah entah apa yang akan terjadi besok dan nanti. Namun nyata telah kudapat malam ini, jelas!
Aku diam tak kuasa berucap. Ingin kupergi malam ini dan tak bersama.

(dua)

malam telah menunjukkan pukul 1:20 namun mata ini sulit terpejam.
Aku menertawai kebodohanku, namun kuharus menerimanya. Biar, biar semuanya telah jelas dari malam ini.
Hitam putih sebuah hati nampak tergambar malam ini. Tak ada jawab yang menjawab tanya. hanya diam yang dibungkus ke-egoan yang membeku, lama.
Kembali kumenertawakan diriku entah sampai kapan.

dan mungkin bila nanti......