aku merindu akan cinta yang menyatu....
tak tahu harus apa yang akan kulakukan, penghianatan yang tercipta teramat menyakitkan untuk dikenang. namun aku heran akan diri ini, kenapa rasa cinta itu masih betah mempermainkan hati, jiwa dan rasa ini. masih jelas terlintas banyaknya kejadian yang ternyata nol dalam tiada. aku teramat bodoh ternyata.
biarlah cinta itu akan kusimpan dalam hati ini, dan tak ingin kumulai lagi karena teramat sakit untuk sebuah penghianatan kutanggung.
sirna hilang menjadi abu....
Friday, March 09, 2007
Saturday, February 03, 2007
sepi membungkusku diujung malam
(satu)
Dalam dingin malam ini, aku menemukan arti sebuah kata hati. Tak ada sedih, tak ada hilang apalagi cinta. Serasa ini adalah jawaban dari dari sejuta tanya yag bergelayut lama dalam dada ini.
Bila cinta itu ada, dimana rasa rindu akan kebersamaan dan kedekatan?
Sering kudengar dia bertutur tentang perhatiannya kepada seseorang, namun kenapa tak sedikitpun rasa itu hadir dalam asaku malam ini dan malam-malam sebelumnya?
Apakah rasa itu memang tak ada?
Aku masih menanti dalam pencarian itu menemukanku diujung malam sampai detik ini. Namun juga tak ada, sedih mampir dalam hatiku.
Kuhanya berharap hingga kutakkuasa berharap lagi. Sedih membungkusku dalam dinginnya malam ini.
Kuingin menangis tapi untuk apa? Tak kan ada air mata itu, tak kan ada iba itu.
Aku hanya bertanya, apa rasa itu hanya bualan anak kecil saja? Makin jelas kurasa bahwa cinta sendiri itu benar nyata dan kurasa malam ini.
Biarlah entah apa yang akan terjadi besok dan nanti. Namun nyata telah kudapat malam ini, jelas!
Aku diam tak kuasa berucap. Ingin kupergi malam ini dan tak bersama.
(dua)
malam telah menunjukkan pukul 1:20 namun mata ini sulit terpejam.
Aku menertawai kebodohanku, namun kuharus menerimanya. Biar, biar semuanya telah jelas dari malam ini.
Hitam putih sebuah hati nampak tergambar malam ini. Tak ada jawab yang menjawab tanya. hanya diam yang dibungkus ke-egoan yang membeku, lama.
Kembali kumenertawakan diriku entah sampai kapan.
dan mungkin bila nanti......
Dalam dingin malam ini, aku menemukan arti sebuah kata hati. Tak ada sedih, tak ada hilang apalagi cinta. Serasa ini adalah jawaban dari dari sejuta tanya yag bergelayut lama dalam dada ini.
Bila cinta itu ada, dimana rasa rindu akan kebersamaan dan kedekatan?
Sering kudengar dia bertutur tentang perhatiannya kepada seseorang, namun kenapa tak sedikitpun rasa itu hadir dalam asaku malam ini dan malam-malam sebelumnya?
Apakah rasa itu memang tak ada?
Aku masih menanti dalam pencarian itu menemukanku diujung malam sampai detik ini. Namun juga tak ada, sedih mampir dalam hatiku.
Kuhanya berharap hingga kutakkuasa berharap lagi. Sedih membungkusku dalam dinginnya malam ini.
Kuingin menangis tapi untuk apa? Tak kan ada air mata itu, tak kan ada iba itu.
Aku hanya bertanya, apa rasa itu hanya bualan anak kecil saja? Makin jelas kurasa bahwa cinta sendiri itu benar nyata dan kurasa malam ini.
Biarlah entah apa yang akan terjadi besok dan nanti. Namun nyata telah kudapat malam ini, jelas!
Aku diam tak kuasa berucap. Ingin kupergi malam ini dan tak bersama.
(dua)
malam telah menunjukkan pukul 1:20 namun mata ini sulit terpejam.
Aku menertawai kebodohanku, namun kuharus menerimanya. Biar, biar semuanya telah jelas dari malam ini.
Hitam putih sebuah hati nampak tergambar malam ini. Tak ada jawab yang menjawab tanya. hanya diam yang dibungkus ke-egoan yang membeku, lama.
Kembali kumenertawakan diriku entah sampai kapan.
dan mungkin bila nanti......
Sunday, January 28, 2007
akhirnya.....
terbacalah sebuah kenyataan menguatkan sebuah perjalanan. Dalam kejelasan hati dan pandang aku mencoba mencoba menata puing-puing hati yang berserak dalam tumpukan keranjang ketakberdayaan.
berjalan, berlari kucoba bersama seiring dalam rasa yang mendalam. sekarang saja kudapati dia dan ingin kujaga seperti dia menjagaku, sampai nanti.
berjalan, berlari kucoba bersama seiring dalam rasa yang mendalam. sekarang saja kudapati dia dan ingin kujaga seperti dia menjagaku, sampai nanti.
Saturday, January 27, 2007
hitam menjadi putih (sebuah kenyataan)
gelap menjadi terang
hitam menjadi putih...
Ketika sebuah kenyataan itu harus terungkap, kadang ada asa yang dititipi kehawatiran meraja. Aku hanya diam merajut benang ketakberdayaan dalam takut yang bermain. Tanpa suara tanpa tawa dan tanpa kata-kata. Hanya sepi dan rasa bersalah yang menggunung menghampiriku dalam kebersamaan yang terdiam.
Sepi menghujani relung asa ini, dalam diamku membaca huruf demi huruf yang dirangkai menjadi kata dan kalimat, aku tepekur dalam diam. Rasa bersalah itu datang menyapaku walau asa yang terkoyak itu tak ingin menyalahkan siapa.
Kenyataan akan putih dari hitam yang tak nampak ini menjadi pembuka jalan, menjadi nyata yang harus terangkai dalam jalinan perjalanan hidup anak manusia. Aku hanya diam memikir hitam yang telah memutih. Pudar yang telah lama dan menjadi terang.
Maafkan aku ya, bila terang ini menjadikanmu sedih, aku tak tahu pada siapa kuharus mengadu dan berbicara. Semua mulut itu serasa mendiamiku dan melihatku dari ujung mata mereka. Kuharus terima ini...
hitam menjadi putih...
Ketika sebuah kenyataan itu harus terungkap, kadang ada asa yang dititipi kehawatiran meraja. Aku hanya diam merajut benang ketakberdayaan dalam takut yang bermain. Tanpa suara tanpa tawa dan tanpa kata-kata. Hanya sepi dan rasa bersalah yang menggunung menghampiriku dalam kebersamaan yang terdiam.
Sepi menghujani relung asa ini, dalam diamku membaca huruf demi huruf yang dirangkai menjadi kata dan kalimat, aku tepekur dalam diam. Rasa bersalah itu datang menyapaku walau asa yang terkoyak itu tak ingin menyalahkan siapa.
Kenyataan akan putih dari hitam yang tak nampak ini menjadi pembuka jalan, menjadi nyata yang harus terangkai dalam jalinan perjalanan hidup anak manusia. Aku hanya diam memikir hitam yang telah memutih. Pudar yang telah lama dan menjadi terang.
Maafkan aku ya, bila terang ini menjadikanmu sedih, aku tak tahu pada siapa kuharus mengadu dan berbicara. Semua mulut itu serasa mendiamiku dan melihatku dari ujung mata mereka. Kuharus terima ini...
Subscribe to:
Comments (Atom)