Monday, December 04, 2006

benci, cinta dan kita

Mungkin takdir ini terlanjur menunggu
Diriku tak dapat menghindari
Walaupun seribu bintang tinggalkanku
Dan mentari tak bersinar
Aku takkan mampu tuk lepaskanmu
Mencoba sejenak ungkapkan segalanya yang telah terjadi

kereta itu telah membawa maafku dengan pemberhentiannya yang tak berujung, mengalir menanti jawab dalam kadar nol emosi jiwa diantara. Hanya maaf yang ciba kuusahakan berada dalam antara kita sekarang, tak kan ada lagi selain itu.
menghindariku sekarang dan nanti tak tahu akan seperti apa, aku tetap berjalan dengan rasa sayang sebagai tulusnya seorang teman, sekarang dan selamanya....

Duhai cinta..Tataplah aku disini tetap menatapmu
Walau perih terus kau sakiti aku
Tetap mengharapmu

perih yang telah kotoreh, kupinta maaf yang tak berujung dalam pencarian ini. maafkan harap itu belum dapat kujawab ya....

Mungkin benar bila aku tak berarti
Dan dirimu terlalu berarti
Walaupun pekatnya bulan gelapkanku
Dan pelangi tak berpijar
Wajahmu terlalu indah tuk kubenci
Dan kuterus mencintaimu
Engkau terus melupakan aku

aku sedikitpun tak akan melupakanmu dalam hari hari yang kan kujalani kedepan, entah sendiri entah dengan siapa kelak..tak akan karena kau banyak menoreh merah diputih hidupku membentuk pelangi keceriaan dan keceriaan...terimakasih untuk semuanya...kau tetap berarti dalam hidupku.....

Friday, December 01, 2006

senyumku (dari dia)

....kamu dah makan?, baik-baik ya....

ada sejuk yang mengalir dalam dada ini diteruskan darah menuju ke relung hatiku yang terdalam. ada senyum yang mengantikan takut yang mulai mengunung. aku tersenyum malam ini setelah sepi dan sedih membungkusku dalam penyesalan yang panjang.

tak kan banyak kumenorehkan untaian kata ini, hanya senyum dan lega yang meluaskan hati dan rasa ini...

terimakasih

mengenangmu

Disaat ku bersedih
Di saat ku menangis
Kau tawarkan bahagia
Di dalam jiwa

Kini kau pergi menjauh
Tinggalkan selamanya
Dan juga kenangan indah
Tak mungkin terulang

Ku takkan henti mengenangmu
Oh sayangku
Dan kusesali bila berbeda denganmu
Kini ku percaya semua kata
Yang pernah terucap
Takkan lagi pertahankan Inginku

Aku menangis
Bahagia didalam jiwa
Kini kau pergi menjauh
Tinggalkaku selamanya
Dan juga kenangan indah
Tak mungkin terulang

Ku takkan henti mengenangmu
Oh sayangku
Dan kusesali bila
Berbeda denganmu
Kini ku percaya semua kata
Yang pernah terucap
Takkan lagi pertahankan, takkan lagi pertahankan

Tiada lagi cintaku

Thanks to KD....thanks juga untuk NSP nya Anang dan KD - Kuselalu Jatuh Cinta

mengenangmu (sampai nanti)

diamku meraja dalam pencarian ini, aku menafakuri detik demi detik yang telah lalu, terkadang mimpi indah akan persahabatan terlalu jauh kuraih. aku berdiam dalam sepi yang mengkristalkan air mata ini.
entahlah, malam ini terasa sepi membungkus laraku, ada diam yang mencabik keluku. aku menjauh dalam ketakberdayaan.

dia yang telah memberi segala dalam susah dan letihku, dalam sakit dan kalutku. namun semuanya harus berhenti dalam merah yang menyengat. ada amarahkah disana? aku tak tahu, namun dalam bodohku aku menterjemahkan detik dan menit yang baru saja berlalu dalam diam dan baris kata yang sedikit. aku menerjemahkan setiap laku dan tingkah, namun biarlah kumenerima ini, biarlah kumengambil ini, bersamaku, karena aku memang pantas untuk mendapatkannya, aku memang berhak menerimanya. ini akan membuatku sedikit bernafas lega, karena terlalu banyak putih dan sejuk yang dititipkan dan belum sempat kukembalikan.

hmmmmmmm.....terkadang aku menyalahkan diri ini, aku tak ingin berada dalam suasana seperti ini, tak ingin, namun entahlah. kenapa aku harus berada disini. diamku meraja, mengingat kenangan yang terlampau banyak ditorehkan dalam rentang perjalanan ini.

biarlah waktu akan menjawab, namun kuingin menjawab bahwa tak kan ada hilang dalam hidup ini untuk seorang yang tulus dan baik seperti kamu, sampai nanti saat waktu itu tiba, aku akan mengenangmu selamanya....

my nightmare

benci dan cinta hanya setebal kulit ari
sangatlah tipis............

yang aku takutkan selama ini akhirnya terjadi sudah, kamu dah jadi benci banget ke aku sekarang, aku barangkali harus menyadari semua ini adalah sesuatu yang pantas aku terima, sesuatu yang mau tidak mau aku harus sadar, bahwa kesabaran seseorang pasti ada batasnya, even dia menyayangi kita.

aku tidak akan menuliskan kata-kata indah itu karena kamu pasti berfikir aku hanya 'ngarang' atau mengkamuflase keadaan yang telah terjadi.

sudah, kalau kata maaf itu terlalu sulit untuk kau keluarkan bagiku, aku harus terima itu karena aku sangat menyadari siapa dan bagaimana aku yang memang tak pantas untuk mendapatkan kata maaf itu.

aku tidak akan pernah melupakan kamu, walaupun kamu (mungkin) akan melupakan aku selamanya, tak ada yang aku harus minta untuk itu dari kamu, tak ada. Karena kembali aku sadar, aku selama in hanya merepotkan kamu, selama ini aku hanya membuat kamu sebel, marah dan beragam 'perasaan terjajah'. Aku sadar bahwa aku hanya mengacaukan hidupa kamu dan semuanya....(tolong jangan anggap ini adalah kata-kata indah atau akal2an saya...)

mengenalmu adalah sesuatu yang berarti bagi saya, seseorang yang tulus dan perhatian. sudahlah....

kalau rasa benci itu telah menguasai hatimu untukku dan hasrat untuk melupakan aku dan semuanya telah bulat, hanya satu yang kupinta darimu, ijinkan aku tetap mengenalmu sebagai seorang yang paling berarti yang pernah hadir dan mewarnai hidupku dan ijinkan aku untuk selalu mengingatmu...

biarlah hanya maaf yang akan kuucapkan sampai kapanpun, sampai pintu maaf itu terbuka, karena aku merasa bersalah dan berdosa kalau kata itu tak pernah keluar dari mulut dan hatimu...

terimakasih untuk pesanmu, aku kan selalu ingat itu, semoga pelajaran EQ yang besar ini dapat membuatku sadar bahwa rasa egoisku yang begit besar tak akan membawa dampak positif bagi hubunganku dengan siapa pun didunia ini...

termakasih sahabat, terimakasih untuk semua yang telah kau hadirkan dan warnakan dalam hidupku selama ini....

akhir itu tak pernah kupinta tapi aku juga tak bisa meminta untuk jalan kedepan....

maaf,
dari yang selalu menyebalkanmu selama ini....

Saturday, November 18, 2006

Kenangan 2

I'm thinking of you
In my sleepless solitude tonight
(My All – Mariah Carey)

Dikesunyian malam ini melamunkan kenangan indah bersamamu terasa sejuta butiran kristal yang menghujam relung hati ini, terkoyak oleh rasa yang terlalu indah. Memang setiap kenangan terkadang ingin dilupakan namun kenangan bersamamu dalam suka dan duka terasa tak ingin kulupa walau sekejap.

Indah terasa indah, semuanya indah.

Aku terbawa dalam kenangan memori yang terlukis indah dalam kenangan Bali September 2006. Ada untaian lagu indah yang menghagatkan kebersamaan.
In my sleppless solitude tonight…dalam tidur di malam-malamku yang sunyi, aku akan bersama sunyi dan sepi kedepan karena tak kan ada tawa canda yang biasa kita lewatkan….
Kenangan Bali begit indah, tak ada marah, tak ada benci semua terbungkus dalam cinta yang membara.

If it's wrong to love you
Then my heart just won't let me be right
Cause I've drowned in you
And I won't pull through
Without you by my side

Aku tak tahu sampai sekarang, kenapa ini terjadi…entahlah apakah ini yang terbaik? Terlintas ucapan teman kita, jagalah persahabatan ini, jagalah hubungan ini. Iya akau kan menjaganya sampai kapanpun..karena tiada yang terindah yang pernah kutemui dalam persahabatan dan hubungan ini selain denganmu. Ada relung hati yang beda saat bersama lagi setelah malam itu, ada rindu yang hanya hati kita berdua yang tahu…

Cause I can't go on
Living in the memory of our song


Memory tentang lagu ini begitu menyentuhku sampai kapanpun, teringat romantisme malam itu dibalut oleh kebersamaan kita. Kenapa kenangan itu begitu indah? Kenapa???

I'd give my all
For your loveTonight

Ya.... kamu telah memberikan cintamu bukan hanya malam itu tapi (entah) apakah sampai sekarang (masih ada?)

Q in Bali medio September

Wednesday, November 15, 2006

Kenangan Terindah (satu)

Bila yang tertulis untukku adalah yang terbaik untukmu
Kan kujadikan kau kenangan yang terindah dalam hidupku
Namun tak kan mudah bagiku melupakan jejak hidupku
Kan terukir abadi sebagai kenangan yang terindah…..
(Kenangan Terindah – SamsonS)


Mata ini masih sembab setelah semalam air mata ini mengalir tanpa henti, tak kuasa membendung setiap kenangan yang terlintas dalam ingatan. Dalam sesak yang mengunung dalam dada, dalam perih yang menoreh asa ini, aku begitu rapuh dalam sesal yang (akan) berkepanjangan.
Jauh terbayang 3 bulan 6 hari lalu, malam itu juga hamper lima jam kita bersama meragkai kata dalam jaringan CDMA. Aku membayangakn kenangan yang mengiris dada ini, menoreh kenangan membawa sesak dalam dada. Aku tak kuasa untuk meneruskan kata-kata ini, karena setiap langkah dalam kebersamaan dengannya selalu ada sesatu untuk sulit dilupakan. Dalam 3 bulan 6 hari begitu besar aku menyusahkan dia, memang terkadang aku begitu egois untuk selalu dan selalu menolak keinginanya, kenapa?
Aku tak menyadari air mata itu kembali membasahi dan aku terisak dalam sesak di dada ini.
Klise memang kata-kataku, aku tak menyesali akan apa yang terjadi, namun kenapa aku berada pada posisi seperti ini? Aku tak kuasa menerima ini sebelum harusnya dia hadir. Sosok yang tak akan pernah kulupa, tak akan pernah sampai kapan pun. Menuliskan dia, tak kan habis jalinan kata-kataku, karena begitu banyak jejak langkah yang ditinggalkan dalam kenangan bersamanya. Terlalu banyak kebahagiaan yang ditorehkan dalam lintasan pagi siang sore dan malam bersamanya.
Aku tak kuasa meneruskan untaian isi hati ini, tak kuasa. Sedih masih bergantung di hati ini, tapi aku harus sadar, aku tak bisa larut dalam kesedihan yang akan membuatku sakit, sakit yang membuatku lemah. Tak akan ada lagi orang yang sebaik dia untuk selalu memperhatikanku, tak akan ada lagi orang yang setulus dia akan berada disisiku, jangan, jangan biarlah dia akan tetap dan selalu menjadi penyemangat dalam hidupku sekarang dan nanti. Dan mulai detik ini…..

Berpisah denganmu, tlah membuatku smakin mengerti….
Betapa indah saat bersama, yang selalu kukenang….
(Selamat Jalan Kekasih - Rita Effendi)


Perpisahan ini, begitu menyesakkan dada, bila kuingin memutar waktu, aku tak ingin aku hadir dalam kehidupannya. Dia yang begitu baik dan perhatian, sepantasnya bukan aku yang mendapatkannya. Kenangan tentang awal pertemuan ini begitu indah untuk kukenang. Pertama kali ketemu, gimana paniknya aku saat pertama kali dia datang ketempatku……pertama kali makan siang….(apakah makan siang terakhir kemarin, ditempat kita pertama kali makan siang adalah pertanda?) aku tak ingin menjawabnya, bialah berjalan…..
Setiap detik dari awal kehidupan kami begitu menyenangkan, ada tawa, ada kasih dan ada kebersamaan didalamnya.
Dia pasti tak tahu kalo saya begitu grogi saat pertama kali diajak kencan pertama malam itu, so special sekali, saat itu dia berfikir saya bukan tipikal orang yang memanfaatkan keadaan, tapi dia tak tahu karena saya tidak terbiasa aja, dari pada saya pilih, mending serahkan pada ahlinya (alhamdulillah saya bisa sedikit tersenyum mengingat kebodohan saya….). Dia begitu bangga saat itu mengenalkan saya kepada teman-temannya, terimakasih untuk kebanggaan itu ya, terimakasih…..
Sampai tiba malam itu ya, menjadi saat pertama kali kita menyepakati kebersamaan kita, aku ingat saat itu dia menangis untuk pertemuan itu dan sekarang saya seperti dia 3 bulan 6 hari lalu menangisi perpisahan ini, bukan karena apa tapi terlalu dalam jejak yang ditorehkan dalam hati dan raga ini….
Banyak kenangan yang tak akan bosan kutulis untukmu blogku, aku akan hadir disini untuk menorehkan kenangan indah ini, kenangan yang biarlah akan selalu kukenang, sampai kapanpun dan ijinkan aku menjadikan dia yang terakhir dan tak kan terganti….

“saya ingin mempertahankan hubungan ini karena saya ingin menjagamu…..”

Terimakasih sahabat, terimakasih (maaf kan) kata sayang itu terlampau perih kuucapkan sekarang, walaupun waktu 3 bulan 6 hari bukan waktu yang singkat untuk begitu saja menghilangkan kebiasaan itu. Kata-katamu selau dan selalu akan kukenang, biarkan dia akan menjadi tameng ku untuk mengarungi bahtera kehidupan ini. Sekarang aku mempunyai semangat untuk menyelami waktu dalam kesibukannku, aku mempunyai kompas untuk selalu mengarahkanku bila kusalah, bila kukhilaf. Terimakasih untuk mau dan mau menjadi light in my life.

“diam…..”

entah apa yang akan kulakukan, diam menghampiri, sepi menyelimutiku…..

terimakasih untuk semua yang kau berikan ya……
(kan kuukir abadi sebagai kenangan yang terindah…..)

Sunday, October 08, 2006

jeda (2)

diam dan diam ini terasa menyiksa
namun angkuh mencoba pertahankan

kemarin ada beku sedingin es selalu datang dan pergi menghampiri kami, saat malam menjemput, malam menjadi malam dan malam mengantarkan pagi, dinginnya beku masih berada didalam dada yang (mungkin) dipenuhi amarah. Aku masih diam dalam tangis yang tak ingin kukeluarkan.

Seorang pemuda, dengan membawa sebuah gitar menghampiri dan menyanyi, 'Cinta adalah cahaya ghaib yang bersinar dari kedalaman kehidupan yang peka dan mencerahkan segala yang ada di sekitarnya. Engkau bisa melihat dunia bagai sebuah perarakan yang berjalan melewati padang rumput hijau. Kehidupan adalah bagai sebuah mimpi indah yang diangkat dari kesadaran dan kesadaran.' (kg)

Kukabarkan padamu bahwa hidup adalah kegelapan
jika tidak diselimuti oleh kehendak
Kukabarkan padamu bahwa ikatan ini adalah dua dijadkan satu
jika kau ingin terberai, bungkuslah dia dengan cinta
atau tidak ingin sama sekali

Saturday, October 07, 2006

jeda (yang) membeku

Tak ada tawa tak ada canda
Yang ada hanya jeda yang panjang…..


Begitu cepat waktu membalikan kenyataan. Satu dalam kerinduan yang dalam berganti jeda yang menyesakkan dada ini. Terlalu besar hati ini untuk menyiramkan sejuk dalam bara yang memanas dihati ini. Memahami dan memaknai hubungan tak disadari suatu yang ingin sekali dimiliki. Entahlah, kenapa begitu rentan panas itu menyirami hati ini, namun begitu besar rasa angkuh untuk saling menyadari dan menerima kekurangan.
Aku tak tahu untuk melihat ini kedepan, terlalu takut aku menitipkan butiran-butiran harap itu, terlalu sedih rasanya membayangkan hari-hari kedepan dengan kenyataan yang belum terbaca sempurna.
Jeda ini masih berdiam dalam diri ini, masih ingin mengisi relung hati yang sedikit terluka. Aku tak tahu apakah ini egoisme yang terlalu ingin bersama-sama dengan kita? Apakah kita terlalu dini untuk saling memaknai ikatan yang telah dikuatkan?
Ada Tanya yang mencoba bermain disudut hati ini, menafakuri apa yang sering menyapa diantara ikatan ini. Inikah makna memiliki itu? Kenapa aku merasa ada ketidak sempurnaan dalam berbagi? Kenapa ada keangkuhan yang masih bertahan didalam?
Jeda itu masih bermain disini dan (serasa) tak ingin mencairkan gunung es itu walaupun panas bara masih membara.

Tuesday, October 03, 2006

Egoisme(ku) atau rasa cinta(ku)

Kemana ujung bila tak mencari awal
Dibalut Tanya kugamit untaian kata dalam tiap desah nafas ini
Memiliki sepenuhnya atau terbungkus sebab?

Sore ini Tanya dalam untaian kata-kata mengusik lamunanku, lamunan tentang masa depan. Ada setetes harap yang kurasa tumbuh bagai jamur dimusim hujan dalam hati ini. Tanya kembali menyapa dengan kesejukan embun pagi. Apakah ini egoismeku pribadi atau memang rasa cintaku? Aku diam lama memikirkan ini. Ada rasa yang tak ingin terlepas, ada rasa yang tak ingin terlambat. Seperti penumpang menunggu kereta terakhir, aku teringat masa awalku. Apakah seperti ini juga rasa yang dulu pernah dirasa olehnya?

Aku terdiam dalam kesendirian, kubiarkan rencana ini mengalir hingga kelak saatnya tiba. Namun hati tak pernah berdusta, rasa tak pernah berbohong. Ada harap yang kembali hadir di relung hati ini, menghadirkan sejuta optimisme akan hari bahagia itu. Biarlah dia menjadi pilihan untuk satu dalam rasa bahagia kelak dan nanti.

Kumenitip doa dalam tengadah penghambaannku

Ijinkan aku berjalan bersamanya nanti dengan rasa cintaku bukan rasa egoisku wahai yang menguasai hati…jika dia yang Kau ijinkan untuk mengisi detik-detik kehidupannku kelak, biarkan rasa ini tetap ada dan bertambah, jika tidak jadikan yang terbaik bagi kami berdua, Amien.

Saturday, September 30, 2006

dia (yang) hadir lagi

dia menghadirkan galau dalam hati
yang menyirami dengan harum kembang setaman
dalam tangisan yang terjawab sudah


Aku semalam bersamanya dalam tawa dan canda yang terbungkus rindu mendalam. 
Disana ada semburat rasa yang selalu datang dan pergi di hati ini. Aku seperti pejalan yang menemukan tempat berteduh dalam kenyamanan mimpi yang telah diukir. Kembali aku seperti seorang pertapa yang tersadar dari tafakur panjangnya. Aku diam mengenang masa dalam perjuangan mendapatkan bintang itu.

Janji yang telah diucap adalah kembang yang telah dipetik. Dalam hujan dan gerimis menyapa, kutetap tegar berjalan. Ada cahaya pelangi yang bermain mengoyak dan menghadirkan tawa bahagia itu, namun kenapa ada kilat yang sering menghantuiku dalam malam-malamku.

Ada ucap yang harus dijaga, ada kata yang harus diucap. Dalam bungkusan doa kuingin titipkan pada yang menguasai hati ini, mohon putih yang telah memutih dijaga dari kilatan cahaya yang memudarkannya, semoga....

Friday, September 29, 2006

just missing (you)

Kita berjalan, demikianlah hujan
Mencatatkan alamat, mengekalkan airmata
Dimana engkau yang terbubuh waktu
Seperti kudengar derai, Bintang biru yang sepi
Berjalan dibawah gerimis (rn)


Kubiarkan raga ini menafakuri malam dan pagi dalam kesepian dan kerinduan, namun hanya detik dan menit awal kumampu bertahan. Hanya diawal pagi dan akhir senja pertama kumampu berdiri, selebihnya hanya siksa yang mengoda diam dan heningku mengikuti langkah hari yang berjalan bersama.

Disini ada alamat yang masih kujaga dalam sapaan lembut pak pos yang mengantarkan kabar dari nyanyian yang indah itu. Namun hanya kekuatan hati yang terus kujaga yang sanggup kuhadiahi untukmu kelak kan datang. Diantara samudra kerinduan yang selalu menyapa dalam debur asa yang menghantam dinding hati ini, ada karang yang tetap kokoh dalam balutan janji untuk selalu dijaga.

Diam terasa bagaikan nyanyian ketika kumerindu dirimu. Masih banyak baris kata yang kau tinggal yang dapat mengobati siksa rindu ini. Masih banyak harap yang selalu mendamba pabila kudengar bunyi sms dari handphoneku. Aku biarkan rindu itu mengodaku, kubiarkan saja karena dia datang tanpa rekayasa, tanpa dibuat karena hanya ada hati yang selalu dinanti, nanti!

Thursday, September 28, 2006

tengelam dalam rindumu

kemana hujan yang membasahi hati ini
kemana pelangi yang mewarnai kalbu ini
kumencari dalam balutan rindu yang tak bertepi

sendiriku kembali menghiasi detik dan menit ku yang merangkai hariku, aku menyadari ada sesuatu yang hilang, ada sesuatu yang menepi seperti berlari menjauhiku. Aku mendamba pada suatu asa yang dulu bersama, aku mendampa pada suatu jalan yang dulu kutempuh. Namun saat ini dia menghilang (sesaat) dalam pencarian cinta yang hakiki.

Kubiarkan doaku menghujani jalannya yang panas oleh terik cintaNya. Kubiarkan ikhlasku mengantarkan dia membawa cintanya dan doaku yang kutitipkan. Aku disini masih tengelam dalam rindu yang dibalut sepinya malam...

Saturday, September 23, 2006

aku menangis dalam sujudku

bila kamu berada dititik nol....
tak ada jarak yang memisah diantara...

dalam sujud subuh pertama diawal Ramadhan ini ada tetes sejuk yang menyesakkan dada ini. Yang menghantarkan tanya dalam pencarian hidup ini. Aku berharap sujud ini tak akan pernah bertepi karena daman dan lapang dada yang menyapa menghadirkan sejuk damai insani dalam relung jiwa yang kotor ini.

Aku masih menapakuri sujudku yang tak akan pernah bertepi, dalam kosong jiwa yang dipenuhi lumpur dan kubangan dosa. Aku menghadirkan Satu yang kumerindu dalam sujud dan dalam tarikan nafas yang kuselipkan doa dan harapku.

Kumerasa ada sejuk yang menjamah hati ini, meneruskan keraga diri ini. Kuingin digenggamNya dalam menapaki malam pagi siang dan sore bulan penuh berkahNya dalam keistiqomahan.

Amiennn yaa Rabbulamiin..

Marhaban yaa Ramadhan....

ada anak bertanya pada Bapaknya....
buat apa berlapar-lapar puasa.....
(Bimbo)

Lagu itu terdengar sangat merdu tatkala lembayung senja meninggalkan ujung bulan sya'ban menyongsong datangnya bulan mubarak, bulan ramadhan 1427 H. Ada ucap syukur yang mengalir dari bibir ini yang diantarkan hati yang bergembira akan hadirnya Ramadhan tahun ini. Alhamdulillah, dia datang mengetuk hati ini untuk dibasuh oleh sejukya wudhu shalatnya, indahnya kebersamaan dalam kesatuan...saat berbuka, saat sahur dan saat tadarus serta shalat tarawehnya...

Namun ada sejumput hati yang sedih karena harus berada jauh dari orang-orang terkasih, namun kekuatan doa dan cinta yang tetap menghantarkan dia dalam genggaman yang menciptakan kasih, dialah Rabb semesta alam....

Terimakasih ya Allah atas ijinmu mempertemukanku dalam hari-hari RamadhanMu...Subhannallah, walhamdulillah wala Illahaillah....WauLlah hu Akbar...

Terimakasih Ramadhanku, ijinkan aku kembali suci setelah tersibgah dengan lautan cintaNya dalam mengarungimu, Amien...

Friday, September 22, 2006

dingin yang beku

Kutak ingin datangnya malam
kalau dia datang hanya untuk menghapus cahaya siang


Dingin menyeruak saat mentari mencoba menyapa dengan cahaya panasnya, namun ada sesuatu yang menyelinap dalam relung hati ini. Sesuatu yang terasa kelu di lidah dan dapat di teruskan darah dalam nadi menuju hati. Rasanya tak kuasa menahan sesak dalam guratan Tanya yang mencoba hadir dalam dingin dan diam.

Aku teringat akan barisan kalimat yang sempat kubaca dari catatan harian seorang pujangga kagetan kemarin, rasa takut menyapa apabila kumengingatnya. Apakah ini adalah babak pertama dari mimpi buruk yang tak ingin kualami? Kenapa rasa takut itu mencoba memenuhi bilik hati ini, kenapa? Apakah terlalu dalam rasa yang diberi dan coba dititipkan? Entah…

Aku terdiam merenungi sejuta Tanya yang bermain dalam benak dan pikirku. Mencari dan mencari dalam kekalutan yang tak terimbangi. Mungkinkah pujaan yang telah kupatri itu akan menjadi tiada dalam detik waktuku yang berjalan?

Kuijinkan waktu dan tatih langkah kita untuk menjawab dalam kesatuan hati….

Wednesday, September 20, 2006

arti memiliki

caramu mencintaiku, menjauhkan kecurangan...
seperti bintang yang setia pada bulan (anang & KD)

Terlalu naif bagiku untuk menghianati asa yang telah diberikan untukku. Jauh banget, jauh dari keinginan yang mencoba menari-nari didepanku. Aku bagaikan burung pagi yang selalu menepati janji untuk selalu kembali disore hari, yang datang dengan perasaan bahagia menemuimu. Aku disini akan menjaga itu, hanya akan kembali kepada hati yang telah terpilih dan tak akan terduakan walau untuk berfikir saja.

Tak kan ada janji yang kuingkari karena hanyalah hitam yang kudapat dan tak ingin kuambil. Biarlah penari itu tetap memainkan tariannnya. Jangan pedulikan penyanyi itu yang masih selalu dan selalu menyanyikan lagu-lagunya, walaupun terasa merdu tapi tetap sumbang di telinga ini, sekarang juga nanti. Karena telah ada lagu yang selalu menemani hari-hari ku meski terkadang sumbang tapi terasa indah...

cinta kau bukan kenangan
yang kan hilang begitu saja
bersemilah sepanjang hidupku
selamanya...selamanya...(anang & KD)

cinta itu telah tertanam jauh melewati waktu yang menyatukannya. Entah sampai kapan, namun kalau bisa aku meminta aku tak ingin ini menjadi kenangan walaupun keanangan itu tetap akan datang dan mengisi hati dan hariku kelak. Biarlah hanya air mata yang kuijinkan mengerti rasa dan perasaannku kelak. Biarlah hanya sepi dan sendiriku yang akan mengartikan rasa memilikiku kelak. Aku tak ingin berbagi karena hatiku telah terbagi.

Diam

"bisa diam gak?, aku akan tenang kalo kamu diam...!"

Aku hanya tertawa kalau hal itu terlintas dalam benak ini. Diam terkadang memang emas, disaat dia ingin dihadirkan dalam kalut dan hitam pikir ini. Bila untaian kata dan kalimat mengalir terlampau banyak, diam akan menetralisir keadaan. Bila lantunan nada itu membuat putih menjadi hitam, diamlah yang akan menghadirkan sejuknya hijau didalamnya.

Aku diam sambil menerawang....Apakah egoisku yang menghadirkan ini semua? Apakah pintaku yang harus dijawab tanpa ada koma apalagi titik.

bila tanya di pinta jawab
jangan ijinkan pagar menghalang jawabnya

Benar juga kupikir, karena jawab selalu diminta tanya untuk menjadikan yang terberai menjadi satu. Satu dalam bahagia yang terkomunikasikan dan terselesaikan.

Untuk itu, jika diam yang selalu ditunggu, tunggulah dia dalam separuh malam karena hanya ada napas yang menghantar kita menjemput malam dan menghadirkan diam dalam damai sunyi peraduan.

dia yang kumiliki

Kutemukan putih hati dari sosok dia
Yang mengajakku menyelami pagi siang malam
Dari detik menit menjadi jam
Dari satu dua tiga hari menjadi bulan

Kutemukan makna menerima tanpa pamrih
Dari sosok yang kukenal
Dia mengenalkan arti ikhlas
Arti memberi tanpa diberi
Arti membahagiakan tanpa pamrih

Rasa takut terkadang menyusup dalam relung hati ini
Takut kehilangan sosoknya
Takut tak dapat membalas baiknya yang telah terpatri didada ini
Takut kehilangan candanya
Takut kehilangan lantunan nada-nada yang selalu menyentil telinga ini
Takut akan kehilangan hangat bersamanya

Satu yang dapat kutitipkan hanya untuknya
Jangan pernah bunuh rasa ini
Karena rasa ini telah menyatu dalam detak jantung ini
Dan tak ingin kuganti apalagi kulupa…

Tuesday, September 19, 2006

damai bersamamu (ijinkan aku menjadi pagi)

Ijinkan aku menjadi pagi
Bukan siang ataupun sore
Karena dia akan membawa malam untuk menutup mata ini
Ijinkan aku menjadi pagi
Karena kuingin damai bersamanya dalam balutan sejuknya embun
Bersamamu…


Selamat Pagi, walaupun mentari dengan garang memancarkan cahayanya. Kutemukan damai di hari ini. Damai yang mengajak tiap detik yang berjalan didada dan hati ini penuh bahagia. Bahagia yang menawarkan segelas tawa dalam cawan keihlasan. Kutemukan itu dalam pencarian rasa yang selalu ingin kuuji.

Pagi ini dua hati mencoba untuk menguji rasa rindu dan rasa memiliki yang selalu dan selalu diuji, baik oleh rasa cemburu yang besar, rasa mendua yang selalu mengintip, namun aku tak kuasa untuk menoleh apalagi mengikuti. Karena begitu putihnya lembar hati itu menitipkan asanya dan serasa tak ingin terkoyak oleh cabikan kebohongan dan penghianatan.

Ketika komitmen telah terucap
Ketika putih hati telah diputihkan
Tak ka nada hitam yang menodai
Apalagi menghitamkan

Kuingin selalu menepis segala ajakan untuk mengubah satu menjadi dua, tiga atau lebih. Karena cukuplah bagiku segala yang telah dititipkan untuk kujaga dan kupegang hingga nanti.

Aku ingin singgah disana
Menepis sepiku dengan hangat cintamu
Menghalau raguku dengan sejuk cintamu

Jika kudapat aku akan berlari mendekatiku sekarang, namun pelajaran ini belum berakhir. Aku masih harus menyelesaikan bab per bab yang ingin kumaknai sendiri dalam kerinduan yang mengoda. Biarlah aku datang dengan sejumput asa yang ingin kubagi walupun kau juga telah tahu semua rasa ini.

Aku selalu jatuh cinta
Aku tak pernah bisa bila tak ada kamu disini
Aku yang selalu merindu
Dan tak pernah kumampu
Bila tak ada kamu dekatku
(anang & KD)


Alunan nada itu mengusikku. Iya aku tak pernah bisa bila tak ada dekatmu, tak akan, namun kita punya tangung jawab dan segala yang harus kita benahi dan tata. Kita menjadi kuat dengan balutan cinta dan sayang yang telah kita bina untuk semua dalam tangung jawab ini.

...kutitipkan ini malam ini sebelum mimpi menjemputmu

Malam my blog…

Setelah beribu malam pudar meninggalkan sunyi
Setelah beribu mimpi pergi menyisakan nyeri
Malam ini
Kumengerti yang kucari
Kumengerti yang kunanti
Satu
Seorang
Dirimu…


Rindu itu sengaja mempermainkan hati dan rasa ini, sengaja mengetuk-ngetuk pintu hati ini. Dalam diam yang kuhadirkan serta lantunan nada-nada yang mengusik relung hatiku, aku diam menghadirkan dia yang selalu hadir dalam tiap detik, dalam tiap tarikan nafasku, dalam tiap lintasan pikirku. Saat ini saat kumelihat gambaran kehidupan yang telah kita reguk bersama dalam balutan cinta dan sayang, ada sesak yang membungkus hati ini. Sesak yang mengalirkan rasa yang mengundang air mata ini, bukan air mata kesedihan namun kebahagiaan.

Biarkan rindu itu hadir
Kalau dia dapat membuat kita menyatukan dua menjadi satu

Yaitu hati ini….

Kumengerti aku bukanlah sang maha yang dapat memuaskan rasa rindu dengan satu kedipan mata. Kumengerti aku juga bukanlah pujangga yang dapat menitipkan untaian kata-kata rindu pada pena dan tinta dalam sebuah lembaran cinta. Namun aku hanya manusia biasa yang ingin belajar mencintai dengan tulus, yaitu mencintaimu

Izinkan aku menjauh
Izinkan aku menyendiri
Agar aku bisa mengerti
Apa arti memiliki
Apa arti merindukan
Hanya dirimu….


Jika matahari sengaja datang menyapa dengan cahaya sejuknya dipagi hari, aku juga tak ingin kalah untuk menguji rasa rindu ini dengan selalu menyapamu dalam balutan rindu yang mengunung di dada ini. Ijinkanku datang dengan rasa rindu yang banyak dibungkus rasa cinta dan sayang hanya untukmu. Aku ingin mengetahui kadar rindu dan sayangku padamu….

Haruskah hati yang memilih
Masa kini atau masa nanti
Tak bisakah waktu berhenti
Agar cinta tak pernah pergi

Aku tertawa dalam pengharapan ini, tertawa dalam ketidak berdayaan…bisakah waktu itu kuhentikan. Bisakah tawa itu kuakhiri, bisakah rasa itu kependam atau kubunuh. Kutitipkan jawab itu pada mentari pagi yang kutakingin dijemput lembayung senja. Biarkan dia tak pernah hadir, biarlah…..

Biarkan waktu itu berhenti
Biar kita dapat bersama
Saat ini, juga nanti….

Rindu yang tertahan

ketika jarak memisahkan...terlalu banyak waktu dan kata yang terbuang, terbuang dalam kubangan kata yang terangkai dan lautan kealpaan yang dicipta....

malam yang membungkus galau hadir mengetuk dan mengejutkan hati ini, kuterpana bagaikan sebuah anak panah menusuk tepat dijantungku. Aku diam mencari dalam onak yang berantakan, menanta tumpukan ketidaknyamanan yang menyapa hati dalam kalutku. Kumembungkus rindu yang sempat terburai oleh tikaman pisau hati yang telah tertancap.

Kuikuti detik yang mebawaku ke menit hingga ke jam dalam bungkusan kata-kata yang terlalu takut kukeluarkan...ada semburat rindu menjalar dalam nadi ini. Kenyataan begitu besar dia menjalani hidup dalam ketidak pastian yang kuberi. Kenapa begitu egois hati ini untuk selalu ingin dimengerti. Aku tertawa dalam barisan kata yang dinyanyikan kelompok itu....Aku hanyalah manusia bodoh yang tak mengerti apa keinginan wanita, bodoh memang karena aku hanya ingin mati, ingin semua ini mati, ingin rasa ini mati. Namun tatkala lantunan kata-kata indah dibungus dengan irama yang mengalir dari mulutnya, rasa rindu dan cinta itu hadir kembali mengetuk relung hati ini....

cinta hanya datang sekali, setelah itu andalah yang mendayungnya, menuju seberang atau tengelam dan tidak meninggalkan bekas...

Aku masih terpaku dan terdiam dalam untaian kata maaf, maaf dan maaf yang terus mengalir dari bibir ini. Entah berapa banyak maaf yang terucapa malam itu. Maaf yang terkadang dibungkus penyesalan namun terkadang hanya ada semburat lip service didalamnya. Namun hati kecil ini menangis, seolah hanyalah dekapan hangat dari orang terkasih yang dapat menenangannya. Aku menncari dalam gelapnya malam dan dinginnya suasana. Namun kehangatan yang kudapat hanyalah sesaat kemudian pergi menjauh dan meninggalkanku dalam ketakberdayaan akan apa yang telah kudapat.

Kudiam, diam dan diam yang barangkali dapat mengajakku tertawa. Namun belum ketemukan. Aku masih mencari dan mencari tentang apa yang harus kubawa. Bersamanya atau bersama orang lain, entahlah...biarlah waktu yang akan membawa dan memberiku jawab dalam kesiapan segala....

Please forgive me, I don't know what I do
Please forgive me, I can't stop loving you
Don't deny me, this pain I'm going through
Please forgive me if I need you like I do
Oh, believe me the world we've seen us through
Please forgive me I can't stop loving you


hehehehe, do you? (thanks to Bryan Adams)

Sunday, September 10, 2006

Bali Penuh Kenangan (2)

September 7th, 2006

Pagi ini kita breakfastnya di hotel aja disamping ingin nyobain gimana sih breakfast di AllSeasson. After that kita sibuk packing untuk move ke ASTON Tuban.

Jam 11.00 kita dah pindah ke Aston n ternyata si Putu dah nunggu di Aston dengan motornya. Karena hari itu kita rencana kita make motor aja karena just muter2 sekitar kota.

Pantai Kuta dan menyusuri daerah Legian menjadi tujuan untuk hari itu. Take a picture in Ground Zero juga. Nice experience karena biasanya takut matahari, tapi hari itu kuijinkan matahari menjilati seluruh tubuhku karena begitu nyamannya jalan2 di bali dengan membiarkan kulit itam ini tambah itam, hahahaha.....

Sore itu kita pulang ke hotel (teteup) dengan belanjaan....Giordano dan Polo....

Malamnya kita just dinner aja di Hotel karena udah kecapean n besok kudu bangun pagi banget karena ke Bandara jam 5.00 in the morning.

September 8th, 2006

Pagi itu wake up call membangunkan kita tepat jam 4.00. in a hurry pagi2 mandi n ganti baju, n tepat jam 5.00 dengan mata yang lima watt kita ke bandara. Untungnya pesawat pagi itu on time n membawa kita ke Yogya kembali tepat jam 6.00...

Welcome Yogya, Thank you Bali.....nice memory i passed with you....

one day i will be back ....

Saturday, September 09, 2006

Bali Penuh Kenangan

September 4th, 2006

Panasnya udara Yogya siang itu tak mempengaruhi persiapan yang dilakukan dengan terburu-buru. Butiran peluh yang mengalir menambah indahnya kebersamaan persiapan ini. Segalanya terasa indah ketika membayangkan Bali nan exotic yang akan menjadi tujuan relaksasi. Terlebih buat saya yang baru pertama kali ke Bali, tentunya rasa gak tahan untuk segera berada dalam pelukan pulau dewata serasa memanggil dalam setiap hela nafas dan denyut nadi (hahahaha...)

Pukul 13.00 Taxi ASA membawa kami ke Bandara Adisucipto untuk selanjutnya akan ke Ngurah Rai Airport, setelah ngurus Boarding, rasa lapar mulai menghampiri. Jadi ingat bahwa kami belum makan, Blue Sky Lounge jadi tujuan, this is my first time to try this one. Hehehe, look like urang udik...nice servis tapi juga sebanding dengan apa yang dibayarkan.

Pukul 14.00 Garuda Indonesia membawa terbang kita ke Bali. This is my first time to fly with Garuda, dibandingkan dengan airlines lain, sangat jauh dalam pelayanan namun juga jauh banget dari pramugarinya (Toku toku euy...hahaha)

Pukul 16.00 WITA kita tiba di Bali (Thanks God), Finaly nyampe juga di Bali. Setelah ngurus Bagasi, akhirnya Hendar (Kebun Pisang Residance's owner) nyemput kita di Bandara. Banyak sharing pengalaman yang diceritakan sepanjang jalan Bandara - Kerobokan Badung tempat Residencenya. Saya (yang baru pertama ke Bali) sibuk lihat kiri kanan....(jadi malu...:P)

Tibalah di Kebun Pisang, benar-benar exotic tempatnya dan open air....nice place for private condition...

Istrahat sebentar dan ístrahat' setelah itu persiapan untuk dinner. Malam itu kita Dinner di Warung Made. Romatics Place for Dinner, sayang banget keadaan menjadi menyebalkan setelah (ternyata) pelayan lebih mementingkan orang bule timbang domestik (dasar....)

After Dinner kita menyusuri jalan sepanjang Legian, namun rasa ingin menyusuri patah juga, karena cuapek bow..hahaha, Taxi.....bring us to kuta....akhirnya taxi juga yang mebawa kita ke Kuta.

Hard Rock store menjadi tujuan...Liat sana sini, one of HRC Tshirt I bought that night. setelah itu mampir di HRH nonton live show, Juga belanja....yuuuukkk...

September 5th, 2006


Breakfast pagi itu menyenangkan sekali, karena tempatnya yang cozy passionale juga menunya

lumayanlah, timbang lapar...hehehe.

After Breakfast ternyata sopir yang akan mengantar kita ke ALL SEASON udah nunggu. Pagi itu sebelum ke Hotel kita jalan-jalan dulu. Nonton Barong Dance, Pura Uluwatu dan GUnung Batur.

Jam 17.00 kita nyampe di ALL SEASON, hotelnya bener-bener retro hotel. Orange dan Hijau, paduan warna menarik di kamar dan juga ruang yang luas....

Setelah take a rest, malam itu kita memberanikan diri untuk nyupir sendiri...eh malah kejebak macet dan akhirnya saking laparnya kita makan KFC gak tangung-tangung...hehehe

September 6th, 2006


Hari kedua di All Season, kita pagi ini just berakfast roti, karena juga telat bangun dan lagi-lagi si PUTU sopir kita dah nunggu...Pagi itu kita ke Tanah Lot, Garuda Wisnu Kencana, Galeria Mall, Discovery Mall. Take a rest di Celcius Cafe @ Discovery...eh ketemu Idol 3....'Ghea..photo dong...'hahaha...

Pukul 17.30 kita balik ke Hotel.

Setelah take a rest, jam 22 kita menunju Hard Rock Cafe for Dinner. Wow ternyata ini adalah dinner yang termahal. Lumayan untuk bayar hotel semalam...but no probleamo, kan mumpung di Bali apalagi Hard Rock lagi...juga karena emang makanannya enak banget banget...

Pukul 22.45 kita menunju KAMA SUTRA untuk nonton IDOL...Nice performance of them. Juga ketiban untung, dapat hadiah juga ternyata, yah namanya lagi hoki kan...

to be continued....


 

Sunday, September 03, 2006

Yogya Bali in Love

bawalah dia dalam balutan tawa dan cinta...

Kenapa giliran liburan kayaknya untaian kata gak mau keluar dari mulut yang diterusakan jemari ini. Biarlah....Setelah liburan kemarin gak sempurna, kayaknya saatnya saya harus menyempatkan untuk take a rest for a while dan juga sekalian jalan-jalan.

Bali adalah tujuannya, ntar jam 2 siang saya rencana take off ke Bali. Welcome Bali...

Yogya berhati Nyoman...

hehehe

Hidup adalah Pilihan

hitam, putih, dan paduannya dalam hidup ini adalah kita yang memilih...

Malam ini dalam temaram siluet cahaya lampu, kutemukan kata-kata indah laksana sabda yang terucap dari mulut seorang hamba. Dia yang bijaksana mengajakku menemukan warna abadi hidup. Warna yang menyatakan putih adalah putih dan hitam adalah hitam.

Perjalanan hidup menapaki ujung waktu telah terlalui namun masih ada ketidak puasan bertengger dalam pencarian ini. Sejuta tanya yang menyapa selalu ada penyangkalan untuk membenarkan. Aku tertawa dalam kebodohannku, namun entah mengapa masih saja aku bisa berjalan menapaki lorong yang semakin menghitam didepanku. Kutemukan cahaya dari untaian puisi dibungkus prosa dari mulutnya. Ada temaram cahaya senja menyelinap dari pembicaraan malam itu. Pembicaraan yang mengantarkan aku dalam kejelasan.

manusia gagal-lah yang selalu menyalahkan diriya....

Dia begitu bijak menguntai kata yang seakan mengalir. Mengalir saja bagai dari mulut seorang nabi. Aku terdiam dan menapakuri arti untaian kata yang mengandung sejuta makna untuk di maknai. Sejuta arti untuk diartikan. Sejuta pelajaran hidup untuk di bagi dengan aku dan lainnya.
Perjalanan mencari makna sukses dalam hidup ketemukan darinya. Dia yang begitu bijak mengajariku dan aku malam itu seperti anak kecil yang haus akan pelajaran hidup.

Lalu bagaimana dengan hidup dan diriku...?

Segalanya adalah pilihan, pilihan untuk memilih baik diantara yang terbaik atau baik diantara yang paling buruk. Pilihlah dan kita berani dengan pilihan ini. Entah sekarang tapi yang pasti nanti.

Berterimakasihlah pada waktu yang telah membawamu menemukan cahaya...

Kayaknya ribuan terimakasih tak akan cukup untuk mengambarkan rasa ini pada sosok dia yang telah membagi arti hidup. Sekarang dan nanti akan selalu menjadi tempat untuk berbagi akan segalanya. Dia yang siap dan tanpa pamrih... Hanya pada waktu kutitipkan doa untuk selalu terbuka menerimanya dalam untaian sabdanya pada setiap hati yang berharap akan rasa berbagi...

Terimakasih sahabat (ijinkan kusebut demikian)

Saturday, September 02, 2006

Pelajaran Hidup

ketika garis telah dicatat, ikhlaslah yang harus diucap.....

malam blog...
tonight I feel so sad....to many ujian hidup yang menyapaku dalam himpitan kehidupan ini, disini. Terlampau banyak yang harus kuhirup dalam sesak waktu yang memagariku. Aku terdiam dalam penyesalan yang dalam, penyesalan yang tak mungkin mengembalikan tawa anak kecil yang sempat kutitipkan asa. Bukan hanya aku, namun semua yang bersamaku dalam hidup dan matiku.
Kenapa begitu mudah dia melakukan dan tanpa melihat wajah-wajah penuh harap dan asa yang ingin dititipkan?

Menangislah, kalau itu akan membuatmu lepas....

Air mata itu masih mengalir dan meninggalkan sembab dimata-mata itu. Mata-mata yang dulu berbinar ketika tawa itu hadir. Tawa kebanggaan akan keberhasilannya. Banyak mata yang memandang rendah menjadi terbelalak sambil tetap meragukan dan menyangsikan. Tapi biarlah mereka dengan cerita mereka....

Mata-mata yang mengalirkan air mata penyesalan akan semua namun ketegaran hati dan keikhlasan yang akan menjawab dan mencoba menghibur semua ini. Sambutlah dia dengan cinta seperti cinta yang dihadirkan saat dia datang...

besar asa yang dititipkan, semoga bisa terwujud...

Aku diam dalam merenunggi yang terjadi. Dalam kekalutan kumencari jawab dan menegadahkan tangan padaNya, semoga semua hadir yang akan kuraih hari ini esok dan nanti dalam menambah senyum pada hati-hati yang terluka dan terlanjur kecewa...semoga

Friday, September 01, 2006

Love is everything

ketika cinta menguasai hati: sepi, sendiri, jauh terasa ada....

Kekuatan cinta terkadang mengalahkan segalanya yang ada dalam hidup ini. Cinta menyelimuti dingin yang mengigit. Cinta memayungi panas yang membakar, Cinta juga mengamit asa yang telah diucap.
Saat pelangi harapan menyapa dalam keraguan tanya yang memagari. Ada sejuk embun pagi menetesi relung hati yang dikalutkan awan senja. Kekuatan cinta selalu dan selalu hadir menguatkan ragu yang menguasai jiwa dalam bimbang yang dibawa kelu bibir dalam ucap dan untaian kata yang belum disampaikan, baik pada kertas yang dijembatani pena maupun pada gema yang disampaikan melalui angin...

Saat ini suatu pelajaran yang sangup mengetarkan jiwa kutemukan dalam oase pencarian cinta sejati. Ketika jarak dan sepi menyapa, aku selalu merasa dekat dan selalu bersama. Walaupun hanyalah ketikan ibu jari dalam merangkai kata yang menyampaikan cinta ini sarananya. Ada harap yang telah dijawab dan ada tawa yang telah dibagi. Mengagungkan arti kata cinta seperti menyelami air dari nirwana, sejuk dan mendamaikan....

berucap terimakasih adalah buah dari penghargaan....

Terimakasih cinta yang telah mengajariku arti memiliki dan dimiliki, arti menyayangi dan disayangi, arti merindu dan dirindui dan arti cinta dan mencintai...

Tuesday, August 29, 2006

Dalam diam, jujur menyapa

diam dan diam beradu dalam tanya yang tak mengalir....

siang my blog...
Tanya itu kembali hadir mencoba untuk dijawab, namun rasa yang berada di dada ini memaksa hati untuk enggan berucap. Dinginnya suasana menambah dingin yang dibentengi sepi yang membunuh. Rasa itu kembali coba dievaluasi dalam rangkaian ujian hari dan hari yang dibungkus detik dalam pagi siang dan malam.
Kita masih dalam diam, lumayan lama mencoba merangkai kata yang berserakan dalam duri dada ini, dalam genggaman hati yang dialirkan oleh darah kepada tangan yang tergenggam. Satu hanya satu dalam keyakinan. Keyakinan akan satu yang telah terucap, yang telah terpatri dalam janji malam itu.

jangan tanyakan diam apabila jawab yang ingin kau pinta.....

Banyak yang mengatakan bahwa diam itu emas. Namun kami mencoba merangkai untaian kata menjadi kalimat dibungkus kejujuran yang harus dikeluarkan. Dalam kebersamaan selalu ada pengakuan akan kejujuran hati masing-masing, tanpa degradasi barang satu kata maupun satu kalimat. Semua mengalir seperti air mengalir menyejukkan relung hati berdua.

Diam itu akhirnya mencair dalam siraman keingintahuan kami berdua...ya berdua aja dalam kejujuran yang selalu membingkai hidup dan kehidupan hubungan ini. Begitu indah untuk menapaki hidup dalam rasa saling percaya...

Kekuatan untuk mencintai adalah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada manusia, sebab kekuatan itu tidak akan pernah direnggut dari manusia penuh berkat yang mencinta.

Gengaman itu menjadi erat, seperti hati kami yang dieratkan oleh janji yang pernah terucap, dulu.
Tawa, canda, marah, sebel seolah menjadi warna dalam hubungan ini. Semoga...

aku terperangkap dalam onak

pagi yang cerah, dan senyum dibibir merah, sejuta rasa bahagia yang kau berikan....

morning my blog,....
denger lagu tadi jadi ingat malam pertamanya Chrisye, tapi senyum dibibir merah itu, senyum saya, kan bibir saya merah...hahahaha...

What will hapend with me today and next?

Menapaki malam yang terlalui, terasa ada yang hilang dalam kebersamaan. Ini memang based on kejadian semalam. Serasa saya bener-bener ketakutan. Mungkin bisa dikatakan ketakutan yang berlebihan. Namun hal ini adalah sesuatu yang wajar bagi saya untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan (yang walaupun saya dah tahu dan berada didalamnya) namun kejadian semalam bener-bener sesuatu yang brand new banget bagi saya.

Entahlah....namun saya tetap pada prinsip saya untuk tidak akan pernah berada dalam ketidaknyamanan itu lagi. Namun dalam kekalutan selalu ada putih yang menyiramkan kedamaian, damai dalam sambutan jemari ketak berdayaan. Kuikuti arah burung senja pergi menjauh dalam kalut dan kabutnya senja itu. Saya bagai anak kecil yang pergi dari sesuatu yang menyeramkan...jauh dan jauh hingga hanya ada dua yang telah menyatu dalam kebisuan dan keheningan.

Complicated Heart

tarawang masa depan, saatnya diuji.....

Malam my blog...
Entah kenapa malam ini I feel complicated. Everything has happend on me tonight, make me sad and inconvinience. Ketidak nyamanan saya ditangkap juga oleh teman saya. Akhirnya dia membawa saya keluar dari dingin dan ketidaknyamanan yang mengelilinggi.

jangan pernah jatuh cinta kalau tidak mau dimasalahkan oleh cinta.......

Malam ini saya menemukan kekuatan cinta hadir diantara saya dan perempuanku. Dia yang begitu mencinta dan menjaga cinta ini. Saya pasti tahu dan merasakan bagaimana dia menampik dan menjawab banyak pertanyaan tentang pernikahan yang tertunda itu. Sesuatu yang sangat berat bagi seorang perempuan untuk menanggungnya sendiri. Rasa cintanya dan ketulusannya untuk menjaga cinta kita dan terlebih bisa dikatakan 'meyelamatkan' saya, sangat-sangat saya hargai.
Dan terkadang I owe on you my girl. cinta harus dibangun dengan pengorbanan namun janganlah jadi korbannya.... hmmmmmm, kembali saya menarik napas panjang, panjang banget. entahlah apakah selama ini dia sedang berkorban untuk cinta kita? namun kenapa saya begitu takut akan adanya korban yang menyapa kita. Takut untuk menyadari kemungkinan itu terjadi. Terlampau banyak mimpi yang telah saya titipkan dengannya, terlampau banyak asa yang ingin kuwujudkan dengannya. Semoga ketakutan ini hanyalah mimpi yang tidak mestinya terjadi. Terjadi hanya untuk mengorbankan cinta yang telah terjalin dan terajut....

Salahlah bagi orang yang mengira bahwa cinta itu datang kerana pergaulan yang lama dan rayuan yang terus menerus. Cinta adalah tunas pesona jiwa, dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat, ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan abad.....

Bagaimana dengan cinta kita, apakah dia akan menjadi pesona jiwa kita berdua yang tumbuh dari tunas kemudian kokoh menjadi pohon yang selalu siap menghalau 'godaan' berupa tiupan angin cobaan?

Aku mencintaimu kekasihku, sebelum kita berdekatan, sejak pertama kulihat engkau. Aku tahu ini adalah takdir. Kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang memisahkan kita.

Jujur kusadari dimalam ini, kenangan akan pertemuan kita, 4th of April. Sesuatu yang kebetulan. Kebetulan saya ke tempat kamu, kebetulan saya menemui teman saya dan kebetulan ada getar yang menrasuki relung hatiku yang dibawa darah dalam nadiku. Saya terdiam mererun kembali apa yang telah terjadi diawal kita bertemu, disaat kita mepertahankan hubungan ini, kamu dan saya...dalam masalah saat itu. Namun kita dapat menghadapinya bersama, ya bersama...Semoga ini bisa menjadikan kita tetap dan selalu mempertahannkan hubungan indah ini ya....

Seorang wanita telah dilengkapi oleh Tuhan dengan keindahan jiwa dan raga adalah suatau kebenaran, yang sekaligus nyata dan maya, yang hanya bisa kita fahami dengan cinta kasih, dan hanya bisa kita sentuh dengan kebajikan.

Semoga aku dapat mencintaimu wanitaku apa adanya sampai kereta kencana ini akan datang menjemput kita berdua dalam kebahagiaan happily ever after.....

Monday, August 28, 2006

Practice makes perfect…..

Nice sentence yang benar-benar saya rasakan manfaatnya hari ini. Hari dimana saya mengulang untuk beberapa mata ujian pra S2 saya. Sangat mengena sekali dan rasakan manfaatnya. Ujian yang sangat melelahkan serasa tak terasa dan terbayarkan karena saya mampu untuk menyelesaikannya dengan baik.

Saat ini kembali saya merenungi bahwa segala sesuatu dalam hidup ini apabila kita benar-benar mempersiapkan dengan baik maka hasil yang terbaik akan kita dapatkan. Kembali saya teringat bahwa banyak orang-orang besar yang mampu membuat masterpeace dari kegagalan-kegalan yang mereka alami dan kerja keras dalam persiapan yang mereka lakukan.

Saya mungkin bukan apa-apa tapi minimal bisa bermanfaat bagi diri saya sendiri dan dengan apa yang telah direncanakan dapat berbuah manis. Semoga segala usaha dan kerja keras selama ini dapat bebuah manis.


‘Sesungguhnya dibalik kesulitan akan ada kemudahan…’

Kalimat itu saya temukan tadi saat mengikuti ujian Praktikum Basis Data, sangat mengena karena setelah dua ujian sebelumnya dengan ‘hasil’ rasa capek body and soul saya harus mengerjakan soal ujian yang (masya Allah) 6 nomer dengan turunannya…Namun entah mengapa serasa ada mukjijat hari ini. Rasa capek dan lapar tidaklah terasa (padahal habis ini masih ada lagi ujian praktikum).

SubhanalLah, maha besar Allah… Terimakasih atas karunia dan kenikmatan yang telah Kau beri selama ini. Semoga saya selalu menjadi orang yang sabar….

Ganteng gak ganteng yang penting baik hatinya…..

‘aku dong yang minta maaf ganteng, kamu tuh dah cakep, ganteng lagi…’

hahaha…sms barusan dari temen wanita membuat saya mengaktifkan notebook untuk mulai menulis sekaligus menerawang akan kata-kata itu. Ini bukan yang pertama yang saya dengar dari mulut teman wanita saya itu, dulu pertama kali ketemu dengan dia juga, dia sempat meyatakan kekaguman itu. Walah apakah segitunya saya, padahal, (jujur) Saya gak merasa seperti itu banget. Hahaha….

Kembali saya ingat kata-kata teman saya lagi….(yang ini teman pria)

‘Mas….orang gila aja terkadang dan biasanya gak ngerasa dia Gila kok…’

nah lho….

Cakep, Ganteng dan baguslah katakanlah bukan menjadi patokan bagi seseorang, namun terkadang didunia yang ada sekarang selalu menjadi tuntutan. Hal ini dikarenakan kita dicekokin everyday dengan produk-produk yang membuat kita menjadi baguslah, cakeplah, gantenglah…Tapi satu kunci dari semua itu bahwa yang paling mendasar dari semua itu adalah kebaikan hati dari orang tersebut.

Banyak kok orang yang gak ganteng tapi baik malah lebih acceptable. Karena hati adalah sesuatu yang memancarkan aura dari seseorang, dia akan diterima atau diabaikan atau malah dicemoohkan.

Kembali saya teringat kata-kata AA GYM, ‘jagalah hati jangan kau kotori…jagalah hati, cahaya Illahi….’

Semoga kita bisa menjaga hati kita yang selalu memancarkan cahayaNya…

Friday, August 25, 2006

Morning Yogya, Morning My Life

Pagi ini bagunnya agak telat sih... sampe gak subuhan karena bangunya dah mo jam 7an gitu...uppsss...AstagfirulLah...
Rencana semalam untuk prepare for my next exam gak jadi. Jadinya hanya update anti virus dan lain-lain di Laptop saya. Juga check status my Friendster...
Hari ini rencananya tetap untuk prepare my exam...wish i find the better one for 2nd chance of my life here..

btw semalam Putri Indonesia Peagent, lumayan bisa ngeliat si Lili, tapi udah lah gak usah terlalu banyak berharap dia bakalan masuk 10, 5, 3 besar...bisa masuk mewakili Gorontalo langsung aja dah bagus...Pengalamannya kan yang jarang2 kan Li, sukses deh. Now you are a representative of Gorontalo Priences...be cool ya... Sukses deh...

cintai dia karena ketulusan hati dan cintanya

Jika kamu memancing ikan.....
Setelah ikan itu terikat di mata kail,
hendaklahkamu mengambilIkan itu.....

Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula kedalam air begitu saja....
Karena ia akan sakit oleh karena bisanya
ketajaman mata kailmu dan mungkin
ia akan menderita selagi ia masih hidup.

Begitulah juga setelah kamu memberi banyakpengharapan kepada seseorang....
Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya.....
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja......
Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu
dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingat.....

Jika kamu menadah air biarlah berpada,
jangan terlalu mengharap pada takungannya
dan janganlah menganggap ia begitu teguh......
cukuplah sekadar keperluanmu.......

Apabila sekali ia retak......
tentu sukar untuk kamu menambalnya semula......
Akhirnya ia dibuang......Sedangkan jika kamu coba memperbaikinya
mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi.....

Begitu juga jika kamumemiliki seseorang,
terimalah seadanya.....
Janganlah kamu terlalu mengaguminya
dan janganlah kamu menganggapnya Begitu istimewa.....
Anggaplah ia manusia biasa.

Apabila sekali ia melakukan kesilapan
bukan mudah bagi kamu untukmenerimanya.....
akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.

Sedangkan jika kamu memaafkannya
boleh jadi hubungan kamu akan terus Hingga ke akhirnya.....
Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi.....
yang pasti baik untuk dirimu.
Mengenyangkan. Berkhasiat.

Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain....
Terlalu ingin mengejar kelezatan.
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya.
kamu akan menyesal.

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan....
yang membawa kebaikan kepada dirimu.
Menyayangimu.
Mengasihimu.
Mengapa kamu berlengah,
coba bandingkannya dengan yang lain.
Terlalu mengejar kesempurnaan.
Kelak, kamu akan kehilangannya;
apabila diamenjadi milik orang Lain
kamu juga akan menyesal.

(beginning of this.....)