Friday, September 29, 2006

just missing (you)

Kita berjalan, demikianlah hujan
Mencatatkan alamat, mengekalkan airmata
Dimana engkau yang terbubuh waktu
Seperti kudengar derai, Bintang biru yang sepi
Berjalan dibawah gerimis (rn)


Kubiarkan raga ini menafakuri malam dan pagi dalam kesepian dan kerinduan, namun hanya detik dan menit awal kumampu bertahan. Hanya diawal pagi dan akhir senja pertama kumampu berdiri, selebihnya hanya siksa yang mengoda diam dan heningku mengikuti langkah hari yang berjalan bersama.

Disini ada alamat yang masih kujaga dalam sapaan lembut pak pos yang mengantarkan kabar dari nyanyian yang indah itu. Namun hanya kekuatan hati yang terus kujaga yang sanggup kuhadiahi untukmu kelak kan datang. Diantara samudra kerinduan yang selalu menyapa dalam debur asa yang menghantam dinding hati ini, ada karang yang tetap kokoh dalam balutan janji untuk selalu dijaga.

Diam terasa bagaikan nyanyian ketika kumerindu dirimu. Masih banyak baris kata yang kau tinggal yang dapat mengobati siksa rindu ini. Masih banyak harap yang selalu mendamba pabila kudengar bunyi sms dari handphoneku. Aku biarkan rindu itu mengodaku, kubiarkan saja karena dia datang tanpa rekayasa, tanpa dibuat karena hanya ada hati yang selalu dinanti, nanti!

No comments: