"bisa diam gak?, aku akan tenang kalo kamu diam...!"
Aku hanya tertawa kalau hal itu terlintas dalam benak ini. Diam terkadang memang emas, disaat dia ingin dihadirkan dalam kalut dan hitam pikir ini. Bila untaian kata dan kalimat mengalir terlampau banyak, diam akan menetralisir keadaan. Bila lantunan nada itu membuat putih menjadi hitam, diamlah yang akan menghadirkan sejuknya hijau didalamnya.
Aku diam sambil menerawang....Apakah egoisku yang menghadirkan ini semua? Apakah pintaku yang harus dijawab tanpa ada koma apalagi titik.
bila tanya di pinta jawab
jangan ijinkan pagar menghalang jawabnya
Benar juga kupikir, karena jawab selalu diminta tanya untuk menjadikan yang terberai menjadi satu. Satu dalam bahagia yang terkomunikasikan dan terselesaikan.
Untuk itu, jika diam yang selalu ditunggu, tunggulah dia dalam separuh malam karena hanya ada napas yang menghantar kita menjemput malam dan menghadirkan diam dalam damai sunyi peraduan.
Wednesday, September 20, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment