dia menghadirkan galau dalam hati
yang menyirami dengan harum kembang setaman
dalam tangisan yang terjawab sudah
Aku semalam bersamanya dalam tawa dan canda yang terbungkus rindu mendalam.
Disana ada semburat rasa yang selalu datang dan pergi di hati ini. Aku seperti pejalan yang menemukan tempat berteduh dalam kenyamanan mimpi yang telah diukir. Kembali aku seperti seorang pertapa yang tersadar dari tafakur panjangnya. Aku diam mengenang masa dalam perjuangan mendapatkan bintang itu.
Janji yang telah diucap adalah kembang yang telah dipetik. Dalam hujan dan gerimis menyapa, kutetap tegar berjalan. Ada cahaya pelangi yang bermain mengoyak dan menghadirkan tawa bahagia itu, namun kenapa ada kilat yang sering menghantuiku dalam malam-malamku.
Ada ucap yang harus dijaga, ada kata yang harus diucap. Dalam bungkusan doa kuingin titipkan pada yang menguasai hati ini, mohon putih yang telah memutih dijaga dari kilatan cahaya yang memudarkannya, semoga....
Saturday, September 30, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment