Kutak ingin datangnya malam
kalau dia datang hanya untuk menghapus cahaya siang
Dingin menyeruak saat mentari mencoba menyapa dengan cahaya panasnya, namun ada sesuatu yang menyelinap dalam relung hati ini. Sesuatu yang terasa kelu di lidah dan dapat di teruskan darah dalam nadi menuju hati. Rasanya tak kuasa menahan sesak dalam guratan Tanya yang mencoba hadir dalam dingin dan diam.
Aku teringat akan barisan kalimat yang sempat kubaca dari catatan harian seorang pujangga kagetan kemarin, rasa takut menyapa apabila kumengingatnya. Apakah ini adalah babak pertama dari mimpi buruk yang tak ingin kualami? Kenapa rasa takut itu mencoba memenuhi bilik hati ini, kenapa? Apakah terlalu dalam rasa yang diberi dan coba dititipkan? Entah…
Aku terdiam merenungi sejuta Tanya yang bermain dalam benak dan pikirku. Mencari dan mencari dalam kekalutan yang tak terimbangi. Mungkinkah pujaan yang telah kupatri itu akan menjadi tiada dalam detik waktuku yang berjalan?
Kuijinkan waktu dan tatih langkah kita untuk menjawab dalam kesatuan hati….
Friday, September 22, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment