Tuesday, September 19, 2006

Rindu yang tertahan

ketika jarak memisahkan...terlalu banyak waktu dan kata yang terbuang, terbuang dalam kubangan kata yang terangkai dan lautan kealpaan yang dicipta....

malam yang membungkus galau hadir mengetuk dan mengejutkan hati ini, kuterpana bagaikan sebuah anak panah menusuk tepat dijantungku. Aku diam mencari dalam onak yang berantakan, menanta tumpukan ketidaknyamanan yang menyapa hati dalam kalutku. Kumembungkus rindu yang sempat terburai oleh tikaman pisau hati yang telah tertancap.

Kuikuti detik yang mebawaku ke menit hingga ke jam dalam bungkusan kata-kata yang terlalu takut kukeluarkan...ada semburat rindu menjalar dalam nadi ini. Kenyataan begitu besar dia menjalani hidup dalam ketidak pastian yang kuberi. Kenapa begitu egois hati ini untuk selalu ingin dimengerti. Aku tertawa dalam barisan kata yang dinyanyikan kelompok itu....Aku hanyalah manusia bodoh yang tak mengerti apa keinginan wanita, bodoh memang karena aku hanya ingin mati, ingin semua ini mati, ingin rasa ini mati. Namun tatkala lantunan kata-kata indah dibungus dengan irama yang mengalir dari mulutnya, rasa rindu dan cinta itu hadir kembali mengetuk relung hati ini....

cinta hanya datang sekali, setelah itu andalah yang mendayungnya, menuju seberang atau tengelam dan tidak meninggalkan bekas...

Aku masih terpaku dan terdiam dalam untaian kata maaf, maaf dan maaf yang terus mengalir dari bibir ini. Entah berapa banyak maaf yang terucapa malam itu. Maaf yang terkadang dibungkus penyesalan namun terkadang hanya ada semburat lip service didalamnya. Namun hati kecil ini menangis, seolah hanyalah dekapan hangat dari orang terkasih yang dapat menenangannya. Aku menncari dalam gelapnya malam dan dinginnya suasana. Namun kehangatan yang kudapat hanyalah sesaat kemudian pergi menjauh dan meninggalkanku dalam ketakberdayaan akan apa yang telah kudapat.

Kudiam, diam dan diam yang barangkali dapat mengajakku tertawa. Namun belum ketemukan. Aku masih mencari dan mencari tentang apa yang harus kubawa. Bersamanya atau bersama orang lain, entahlah...biarlah waktu yang akan membawa dan memberiku jawab dalam kesiapan segala....

Please forgive me, I don't know what I do
Please forgive me, I can't stop loving you
Don't deny me, this pain I'm going through
Please forgive me if I need you like I do
Oh, believe me the world we've seen us through
Please forgive me I can't stop loving you


hehehehe, do you? (thanks to Bryan Adams)

No comments: