Saturday, September 30, 2006

dia (yang) hadir lagi

dia menghadirkan galau dalam hati
yang menyirami dengan harum kembang setaman
dalam tangisan yang terjawab sudah


Aku semalam bersamanya dalam tawa dan canda yang terbungkus rindu mendalam. 
Disana ada semburat rasa yang selalu datang dan pergi di hati ini. Aku seperti pejalan yang menemukan tempat berteduh dalam kenyamanan mimpi yang telah diukir. Kembali aku seperti seorang pertapa yang tersadar dari tafakur panjangnya. Aku diam mengenang masa dalam perjuangan mendapatkan bintang itu.

Janji yang telah diucap adalah kembang yang telah dipetik. Dalam hujan dan gerimis menyapa, kutetap tegar berjalan. Ada cahaya pelangi yang bermain mengoyak dan menghadirkan tawa bahagia itu, namun kenapa ada kilat yang sering menghantuiku dalam malam-malamku.

Ada ucap yang harus dijaga, ada kata yang harus diucap. Dalam bungkusan doa kuingin titipkan pada yang menguasai hati ini, mohon putih yang telah memutih dijaga dari kilatan cahaya yang memudarkannya, semoga....

Friday, September 29, 2006

just missing (you)

Kita berjalan, demikianlah hujan
Mencatatkan alamat, mengekalkan airmata
Dimana engkau yang terbubuh waktu
Seperti kudengar derai, Bintang biru yang sepi
Berjalan dibawah gerimis (rn)


Kubiarkan raga ini menafakuri malam dan pagi dalam kesepian dan kerinduan, namun hanya detik dan menit awal kumampu bertahan. Hanya diawal pagi dan akhir senja pertama kumampu berdiri, selebihnya hanya siksa yang mengoda diam dan heningku mengikuti langkah hari yang berjalan bersama.

Disini ada alamat yang masih kujaga dalam sapaan lembut pak pos yang mengantarkan kabar dari nyanyian yang indah itu. Namun hanya kekuatan hati yang terus kujaga yang sanggup kuhadiahi untukmu kelak kan datang. Diantara samudra kerinduan yang selalu menyapa dalam debur asa yang menghantam dinding hati ini, ada karang yang tetap kokoh dalam balutan janji untuk selalu dijaga.

Diam terasa bagaikan nyanyian ketika kumerindu dirimu. Masih banyak baris kata yang kau tinggal yang dapat mengobati siksa rindu ini. Masih banyak harap yang selalu mendamba pabila kudengar bunyi sms dari handphoneku. Aku biarkan rindu itu mengodaku, kubiarkan saja karena dia datang tanpa rekayasa, tanpa dibuat karena hanya ada hati yang selalu dinanti, nanti!

Thursday, September 28, 2006

tengelam dalam rindumu

kemana hujan yang membasahi hati ini
kemana pelangi yang mewarnai kalbu ini
kumencari dalam balutan rindu yang tak bertepi

sendiriku kembali menghiasi detik dan menit ku yang merangkai hariku, aku menyadari ada sesuatu yang hilang, ada sesuatu yang menepi seperti berlari menjauhiku. Aku mendamba pada suatu asa yang dulu bersama, aku mendampa pada suatu jalan yang dulu kutempuh. Namun saat ini dia menghilang (sesaat) dalam pencarian cinta yang hakiki.

Kubiarkan doaku menghujani jalannya yang panas oleh terik cintaNya. Kubiarkan ikhlasku mengantarkan dia membawa cintanya dan doaku yang kutitipkan. Aku disini masih tengelam dalam rindu yang dibalut sepinya malam...

Saturday, September 23, 2006

aku menangis dalam sujudku

bila kamu berada dititik nol....
tak ada jarak yang memisah diantara...

dalam sujud subuh pertama diawal Ramadhan ini ada tetes sejuk yang menyesakkan dada ini. Yang menghantarkan tanya dalam pencarian hidup ini. Aku berharap sujud ini tak akan pernah bertepi karena daman dan lapang dada yang menyapa menghadirkan sejuk damai insani dalam relung jiwa yang kotor ini.

Aku masih menapakuri sujudku yang tak akan pernah bertepi, dalam kosong jiwa yang dipenuhi lumpur dan kubangan dosa. Aku menghadirkan Satu yang kumerindu dalam sujud dan dalam tarikan nafas yang kuselipkan doa dan harapku.

Kumerasa ada sejuk yang menjamah hati ini, meneruskan keraga diri ini. Kuingin digenggamNya dalam menapaki malam pagi siang dan sore bulan penuh berkahNya dalam keistiqomahan.

Amiennn yaa Rabbulamiin..

Marhaban yaa Ramadhan....

ada anak bertanya pada Bapaknya....
buat apa berlapar-lapar puasa.....
(Bimbo)

Lagu itu terdengar sangat merdu tatkala lembayung senja meninggalkan ujung bulan sya'ban menyongsong datangnya bulan mubarak, bulan ramadhan 1427 H. Ada ucap syukur yang mengalir dari bibir ini yang diantarkan hati yang bergembira akan hadirnya Ramadhan tahun ini. Alhamdulillah, dia datang mengetuk hati ini untuk dibasuh oleh sejukya wudhu shalatnya, indahnya kebersamaan dalam kesatuan...saat berbuka, saat sahur dan saat tadarus serta shalat tarawehnya...

Namun ada sejumput hati yang sedih karena harus berada jauh dari orang-orang terkasih, namun kekuatan doa dan cinta yang tetap menghantarkan dia dalam genggaman yang menciptakan kasih, dialah Rabb semesta alam....

Terimakasih ya Allah atas ijinmu mempertemukanku dalam hari-hari RamadhanMu...Subhannallah, walhamdulillah wala Illahaillah....WauLlah hu Akbar...

Terimakasih Ramadhanku, ijinkan aku kembali suci setelah tersibgah dengan lautan cintaNya dalam mengarungimu, Amien...

Friday, September 22, 2006

dingin yang beku

Kutak ingin datangnya malam
kalau dia datang hanya untuk menghapus cahaya siang


Dingin menyeruak saat mentari mencoba menyapa dengan cahaya panasnya, namun ada sesuatu yang menyelinap dalam relung hati ini. Sesuatu yang terasa kelu di lidah dan dapat di teruskan darah dalam nadi menuju hati. Rasanya tak kuasa menahan sesak dalam guratan Tanya yang mencoba hadir dalam dingin dan diam.

Aku teringat akan barisan kalimat yang sempat kubaca dari catatan harian seorang pujangga kagetan kemarin, rasa takut menyapa apabila kumengingatnya. Apakah ini adalah babak pertama dari mimpi buruk yang tak ingin kualami? Kenapa rasa takut itu mencoba memenuhi bilik hati ini, kenapa? Apakah terlalu dalam rasa yang diberi dan coba dititipkan? Entah…

Aku terdiam merenungi sejuta Tanya yang bermain dalam benak dan pikirku. Mencari dan mencari dalam kekalutan yang tak terimbangi. Mungkinkah pujaan yang telah kupatri itu akan menjadi tiada dalam detik waktuku yang berjalan?

Kuijinkan waktu dan tatih langkah kita untuk menjawab dalam kesatuan hati….

Wednesday, September 20, 2006

arti memiliki

caramu mencintaiku, menjauhkan kecurangan...
seperti bintang yang setia pada bulan (anang & KD)

Terlalu naif bagiku untuk menghianati asa yang telah diberikan untukku. Jauh banget, jauh dari keinginan yang mencoba menari-nari didepanku. Aku bagaikan burung pagi yang selalu menepati janji untuk selalu kembali disore hari, yang datang dengan perasaan bahagia menemuimu. Aku disini akan menjaga itu, hanya akan kembali kepada hati yang telah terpilih dan tak akan terduakan walau untuk berfikir saja.

Tak kan ada janji yang kuingkari karena hanyalah hitam yang kudapat dan tak ingin kuambil. Biarlah penari itu tetap memainkan tariannnya. Jangan pedulikan penyanyi itu yang masih selalu dan selalu menyanyikan lagu-lagunya, walaupun terasa merdu tapi tetap sumbang di telinga ini, sekarang juga nanti. Karena telah ada lagu yang selalu menemani hari-hari ku meski terkadang sumbang tapi terasa indah...

cinta kau bukan kenangan
yang kan hilang begitu saja
bersemilah sepanjang hidupku
selamanya...selamanya...(anang & KD)

cinta itu telah tertanam jauh melewati waktu yang menyatukannya. Entah sampai kapan, namun kalau bisa aku meminta aku tak ingin ini menjadi kenangan walaupun keanangan itu tetap akan datang dan mengisi hati dan hariku kelak. Biarlah hanya air mata yang kuijinkan mengerti rasa dan perasaannku kelak. Biarlah hanya sepi dan sendiriku yang akan mengartikan rasa memilikiku kelak. Aku tak ingin berbagi karena hatiku telah terbagi.

Diam

"bisa diam gak?, aku akan tenang kalo kamu diam...!"

Aku hanya tertawa kalau hal itu terlintas dalam benak ini. Diam terkadang memang emas, disaat dia ingin dihadirkan dalam kalut dan hitam pikir ini. Bila untaian kata dan kalimat mengalir terlampau banyak, diam akan menetralisir keadaan. Bila lantunan nada itu membuat putih menjadi hitam, diamlah yang akan menghadirkan sejuknya hijau didalamnya.

Aku diam sambil menerawang....Apakah egoisku yang menghadirkan ini semua? Apakah pintaku yang harus dijawab tanpa ada koma apalagi titik.

bila tanya di pinta jawab
jangan ijinkan pagar menghalang jawabnya

Benar juga kupikir, karena jawab selalu diminta tanya untuk menjadikan yang terberai menjadi satu. Satu dalam bahagia yang terkomunikasikan dan terselesaikan.

Untuk itu, jika diam yang selalu ditunggu, tunggulah dia dalam separuh malam karena hanya ada napas yang menghantar kita menjemput malam dan menghadirkan diam dalam damai sunyi peraduan.

dia yang kumiliki

Kutemukan putih hati dari sosok dia
Yang mengajakku menyelami pagi siang malam
Dari detik menit menjadi jam
Dari satu dua tiga hari menjadi bulan

Kutemukan makna menerima tanpa pamrih
Dari sosok yang kukenal
Dia mengenalkan arti ikhlas
Arti memberi tanpa diberi
Arti membahagiakan tanpa pamrih

Rasa takut terkadang menyusup dalam relung hati ini
Takut kehilangan sosoknya
Takut tak dapat membalas baiknya yang telah terpatri didada ini
Takut kehilangan candanya
Takut kehilangan lantunan nada-nada yang selalu menyentil telinga ini
Takut akan kehilangan hangat bersamanya

Satu yang dapat kutitipkan hanya untuknya
Jangan pernah bunuh rasa ini
Karena rasa ini telah menyatu dalam detak jantung ini
Dan tak ingin kuganti apalagi kulupa…

Tuesday, September 19, 2006

damai bersamamu (ijinkan aku menjadi pagi)

Ijinkan aku menjadi pagi
Bukan siang ataupun sore
Karena dia akan membawa malam untuk menutup mata ini
Ijinkan aku menjadi pagi
Karena kuingin damai bersamanya dalam balutan sejuknya embun
Bersamamu…


Selamat Pagi, walaupun mentari dengan garang memancarkan cahayanya. Kutemukan damai di hari ini. Damai yang mengajak tiap detik yang berjalan didada dan hati ini penuh bahagia. Bahagia yang menawarkan segelas tawa dalam cawan keihlasan. Kutemukan itu dalam pencarian rasa yang selalu ingin kuuji.

Pagi ini dua hati mencoba untuk menguji rasa rindu dan rasa memiliki yang selalu dan selalu diuji, baik oleh rasa cemburu yang besar, rasa mendua yang selalu mengintip, namun aku tak kuasa untuk menoleh apalagi mengikuti. Karena begitu putihnya lembar hati itu menitipkan asanya dan serasa tak ingin terkoyak oleh cabikan kebohongan dan penghianatan.

Ketika komitmen telah terucap
Ketika putih hati telah diputihkan
Tak ka nada hitam yang menodai
Apalagi menghitamkan

Kuingin selalu menepis segala ajakan untuk mengubah satu menjadi dua, tiga atau lebih. Karena cukuplah bagiku segala yang telah dititipkan untuk kujaga dan kupegang hingga nanti.

Aku ingin singgah disana
Menepis sepiku dengan hangat cintamu
Menghalau raguku dengan sejuk cintamu

Jika kudapat aku akan berlari mendekatiku sekarang, namun pelajaran ini belum berakhir. Aku masih harus menyelesaikan bab per bab yang ingin kumaknai sendiri dalam kerinduan yang mengoda. Biarlah aku datang dengan sejumput asa yang ingin kubagi walupun kau juga telah tahu semua rasa ini.

Aku selalu jatuh cinta
Aku tak pernah bisa bila tak ada kamu disini
Aku yang selalu merindu
Dan tak pernah kumampu
Bila tak ada kamu dekatku
(anang & KD)


Alunan nada itu mengusikku. Iya aku tak pernah bisa bila tak ada dekatmu, tak akan, namun kita punya tangung jawab dan segala yang harus kita benahi dan tata. Kita menjadi kuat dengan balutan cinta dan sayang yang telah kita bina untuk semua dalam tangung jawab ini.

...kutitipkan ini malam ini sebelum mimpi menjemputmu

Malam my blog…

Setelah beribu malam pudar meninggalkan sunyi
Setelah beribu mimpi pergi menyisakan nyeri
Malam ini
Kumengerti yang kucari
Kumengerti yang kunanti
Satu
Seorang
Dirimu…


Rindu itu sengaja mempermainkan hati dan rasa ini, sengaja mengetuk-ngetuk pintu hati ini. Dalam diam yang kuhadirkan serta lantunan nada-nada yang mengusik relung hatiku, aku diam menghadirkan dia yang selalu hadir dalam tiap detik, dalam tiap tarikan nafasku, dalam tiap lintasan pikirku. Saat ini saat kumelihat gambaran kehidupan yang telah kita reguk bersama dalam balutan cinta dan sayang, ada sesak yang membungkus hati ini. Sesak yang mengalirkan rasa yang mengundang air mata ini, bukan air mata kesedihan namun kebahagiaan.

Biarkan rindu itu hadir
Kalau dia dapat membuat kita menyatukan dua menjadi satu

Yaitu hati ini….

Kumengerti aku bukanlah sang maha yang dapat memuaskan rasa rindu dengan satu kedipan mata. Kumengerti aku juga bukanlah pujangga yang dapat menitipkan untaian kata-kata rindu pada pena dan tinta dalam sebuah lembaran cinta. Namun aku hanya manusia biasa yang ingin belajar mencintai dengan tulus, yaitu mencintaimu

Izinkan aku menjauh
Izinkan aku menyendiri
Agar aku bisa mengerti
Apa arti memiliki
Apa arti merindukan
Hanya dirimu….


Jika matahari sengaja datang menyapa dengan cahaya sejuknya dipagi hari, aku juga tak ingin kalah untuk menguji rasa rindu ini dengan selalu menyapamu dalam balutan rindu yang mengunung di dada ini. Ijinkanku datang dengan rasa rindu yang banyak dibungkus rasa cinta dan sayang hanya untukmu. Aku ingin mengetahui kadar rindu dan sayangku padamu….

Haruskah hati yang memilih
Masa kini atau masa nanti
Tak bisakah waktu berhenti
Agar cinta tak pernah pergi

Aku tertawa dalam pengharapan ini, tertawa dalam ketidak berdayaan…bisakah waktu itu kuhentikan. Bisakah tawa itu kuakhiri, bisakah rasa itu kependam atau kubunuh. Kutitipkan jawab itu pada mentari pagi yang kutakingin dijemput lembayung senja. Biarkan dia tak pernah hadir, biarlah…..

Biarkan waktu itu berhenti
Biar kita dapat bersama
Saat ini, juga nanti….

Rindu yang tertahan

ketika jarak memisahkan...terlalu banyak waktu dan kata yang terbuang, terbuang dalam kubangan kata yang terangkai dan lautan kealpaan yang dicipta....

malam yang membungkus galau hadir mengetuk dan mengejutkan hati ini, kuterpana bagaikan sebuah anak panah menusuk tepat dijantungku. Aku diam mencari dalam onak yang berantakan, menanta tumpukan ketidaknyamanan yang menyapa hati dalam kalutku. Kumembungkus rindu yang sempat terburai oleh tikaman pisau hati yang telah tertancap.

Kuikuti detik yang mebawaku ke menit hingga ke jam dalam bungkusan kata-kata yang terlalu takut kukeluarkan...ada semburat rindu menjalar dalam nadi ini. Kenyataan begitu besar dia menjalani hidup dalam ketidak pastian yang kuberi. Kenapa begitu egois hati ini untuk selalu ingin dimengerti. Aku tertawa dalam barisan kata yang dinyanyikan kelompok itu....Aku hanyalah manusia bodoh yang tak mengerti apa keinginan wanita, bodoh memang karena aku hanya ingin mati, ingin semua ini mati, ingin rasa ini mati. Namun tatkala lantunan kata-kata indah dibungus dengan irama yang mengalir dari mulutnya, rasa rindu dan cinta itu hadir kembali mengetuk relung hati ini....

cinta hanya datang sekali, setelah itu andalah yang mendayungnya, menuju seberang atau tengelam dan tidak meninggalkan bekas...

Aku masih terpaku dan terdiam dalam untaian kata maaf, maaf dan maaf yang terus mengalir dari bibir ini. Entah berapa banyak maaf yang terucapa malam itu. Maaf yang terkadang dibungkus penyesalan namun terkadang hanya ada semburat lip service didalamnya. Namun hati kecil ini menangis, seolah hanyalah dekapan hangat dari orang terkasih yang dapat menenangannya. Aku menncari dalam gelapnya malam dan dinginnya suasana. Namun kehangatan yang kudapat hanyalah sesaat kemudian pergi menjauh dan meninggalkanku dalam ketakberdayaan akan apa yang telah kudapat.

Kudiam, diam dan diam yang barangkali dapat mengajakku tertawa. Namun belum ketemukan. Aku masih mencari dan mencari tentang apa yang harus kubawa. Bersamanya atau bersama orang lain, entahlah...biarlah waktu yang akan membawa dan memberiku jawab dalam kesiapan segala....

Please forgive me, I don't know what I do
Please forgive me, I can't stop loving you
Don't deny me, this pain I'm going through
Please forgive me if I need you like I do
Oh, believe me the world we've seen us through
Please forgive me I can't stop loving you


hehehehe, do you? (thanks to Bryan Adams)

Sunday, September 10, 2006

Bali Penuh Kenangan (2)

September 7th, 2006

Pagi ini kita breakfastnya di hotel aja disamping ingin nyobain gimana sih breakfast di AllSeasson. After that kita sibuk packing untuk move ke ASTON Tuban.

Jam 11.00 kita dah pindah ke Aston n ternyata si Putu dah nunggu di Aston dengan motornya. Karena hari itu kita rencana kita make motor aja karena just muter2 sekitar kota.

Pantai Kuta dan menyusuri daerah Legian menjadi tujuan untuk hari itu. Take a picture in Ground Zero juga. Nice experience karena biasanya takut matahari, tapi hari itu kuijinkan matahari menjilati seluruh tubuhku karena begitu nyamannya jalan2 di bali dengan membiarkan kulit itam ini tambah itam, hahahaha.....

Sore itu kita pulang ke hotel (teteup) dengan belanjaan....Giordano dan Polo....

Malamnya kita just dinner aja di Hotel karena udah kecapean n besok kudu bangun pagi banget karena ke Bandara jam 5.00 in the morning.

September 8th, 2006

Pagi itu wake up call membangunkan kita tepat jam 4.00. in a hurry pagi2 mandi n ganti baju, n tepat jam 5.00 dengan mata yang lima watt kita ke bandara. Untungnya pesawat pagi itu on time n membawa kita ke Yogya kembali tepat jam 6.00...

Welcome Yogya, Thank you Bali.....nice memory i passed with you....

one day i will be back ....

Saturday, September 09, 2006

Bali Penuh Kenangan

September 4th, 2006

Panasnya udara Yogya siang itu tak mempengaruhi persiapan yang dilakukan dengan terburu-buru. Butiran peluh yang mengalir menambah indahnya kebersamaan persiapan ini. Segalanya terasa indah ketika membayangkan Bali nan exotic yang akan menjadi tujuan relaksasi. Terlebih buat saya yang baru pertama kali ke Bali, tentunya rasa gak tahan untuk segera berada dalam pelukan pulau dewata serasa memanggil dalam setiap hela nafas dan denyut nadi (hahahaha...)

Pukul 13.00 Taxi ASA membawa kami ke Bandara Adisucipto untuk selanjutnya akan ke Ngurah Rai Airport, setelah ngurus Boarding, rasa lapar mulai menghampiri. Jadi ingat bahwa kami belum makan, Blue Sky Lounge jadi tujuan, this is my first time to try this one. Hehehe, look like urang udik...nice servis tapi juga sebanding dengan apa yang dibayarkan.

Pukul 14.00 Garuda Indonesia membawa terbang kita ke Bali. This is my first time to fly with Garuda, dibandingkan dengan airlines lain, sangat jauh dalam pelayanan namun juga jauh banget dari pramugarinya (Toku toku euy...hahaha)

Pukul 16.00 WITA kita tiba di Bali (Thanks God), Finaly nyampe juga di Bali. Setelah ngurus Bagasi, akhirnya Hendar (Kebun Pisang Residance's owner) nyemput kita di Bandara. Banyak sharing pengalaman yang diceritakan sepanjang jalan Bandara - Kerobokan Badung tempat Residencenya. Saya (yang baru pertama ke Bali) sibuk lihat kiri kanan....(jadi malu...:P)

Tibalah di Kebun Pisang, benar-benar exotic tempatnya dan open air....nice place for private condition...

Istrahat sebentar dan ístrahat' setelah itu persiapan untuk dinner. Malam itu kita Dinner di Warung Made. Romatics Place for Dinner, sayang banget keadaan menjadi menyebalkan setelah (ternyata) pelayan lebih mementingkan orang bule timbang domestik (dasar....)

After Dinner kita menyusuri jalan sepanjang Legian, namun rasa ingin menyusuri patah juga, karena cuapek bow..hahaha, Taxi.....bring us to kuta....akhirnya taxi juga yang mebawa kita ke Kuta.

Hard Rock store menjadi tujuan...Liat sana sini, one of HRC Tshirt I bought that night. setelah itu mampir di HRH nonton live show, Juga belanja....yuuuukkk...

September 5th, 2006


Breakfast pagi itu menyenangkan sekali, karena tempatnya yang cozy passionale juga menunya

lumayanlah, timbang lapar...hehehe.

After Breakfast ternyata sopir yang akan mengantar kita ke ALL SEASON udah nunggu. Pagi itu sebelum ke Hotel kita jalan-jalan dulu. Nonton Barong Dance, Pura Uluwatu dan GUnung Batur.

Jam 17.00 kita nyampe di ALL SEASON, hotelnya bener-bener retro hotel. Orange dan Hijau, paduan warna menarik di kamar dan juga ruang yang luas....

Setelah take a rest, malam itu kita memberanikan diri untuk nyupir sendiri...eh malah kejebak macet dan akhirnya saking laparnya kita makan KFC gak tangung-tangung...hehehe

September 6th, 2006


Hari kedua di All Season, kita pagi ini just berakfast roti, karena juga telat bangun dan lagi-lagi si PUTU sopir kita dah nunggu...Pagi itu kita ke Tanah Lot, Garuda Wisnu Kencana, Galeria Mall, Discovery Mall. Take a rest di Celcius Cafe @ Discovery...eh ketemu Idol 3....'Ghea..photo dong...'hahaha...

Pukul 17.30 kita balik ke Hotel.

Setelah take a rest, jam 22 kita menunju Hard Rock Cafe for Dinner. Wow ternyata ini adalah dinner yang termahal. Lumayan untuk bayar hotel semalam...but no probleamo, kan mumpung di Bali apalagi Hard Rock lagi...juga karena emang makanannya enak banget banget...

Pukul 22.45 kita menunju KAMA SUTRA untuk nonton IDOL...Nice performance of them. Juga ketiban untung, dapat hadiah juga ternyata, yah namanya lagi hoki kan...

to be continued....


 

Sunday, September 03, 2006

Yogya Bali in Love

bawalah dia dalam balutan tawa dan cinta...

Kenapa giliran liburan kayaknya untaian kata gak mau keluar dari mulut yang diterusakan jemari ini. Biarlah....Setelah liburan kemarin gak sempurna, kayaknya saatnya saya harus menyempatkan untuk take a rest for a while dan juga sekalian jalan-jalan.

Bali adalah tujuannya, ntar jam 2 siang saya rencana take off ke Bali. Welcome Bali...

Yogya berhati Nyoman...

hehehe

Hidup adalah Pilihan

hitam, putih, dan paduannya dalam hidup ini adalah kita yang memilih...

Malam ini dalam temaram siluet cahaya lampu, kutemukan kata-kata indah laksana sabda yang terucap dari mulut seorang hamba. Dia yang bijaksana mengajakku menemukan warna abadi hidup. Warna yang menyatakan putih adalah putih dan hitam adalah hitam.

Perjalanan hidup menapaki ujung waktu telah terlalui namun masih ada ketidak puasan bertengger dalam pencarian ini. Sejuta tanya yang menyapa selalu ada penyangkalan untuk membenarkan. Aku tertawa dalam kebodohannku, namun entah mengapa masih saja aku bisa berjalan menapaki lorong yang semakin menghitam didepanku. Kutemukan cahaya dari untaian puisi dibungkus prosa dari mulutnya. Ada temaram cahaya senja menyelinap dari pembicaraan malam itu. Pembicaraan yang mengantarkan aku dalam kejelasan.

manusia gagal-lah yang selalu menyalahkan diriya....

Dia begitu bijak menguntai kata yang seakan mengalir. Mengalir saja bagai dari mulut seorang nabi. Aku terdiam dan menapakuri arti untaian kata yang mengandung sejuta makna untuk di maknai. Sejuta arti untuk diartikan. Sejuta pelajaran hidup untuk di bagi dengan aku dan lainnya.
Perjalanan mencari makna sukses dalam hidup ketemukan darinya. Dia yang begitu bijak mengajariku dan aku malam itu seperti anak kecil yang haus akan pelajaran hidup.

Lalu bagaimana dengan hidup dan diriku...?

Segalanya adalah pilihan, pilihan untuk memilih baik diantara yang terbaik atau baik diantara yang paling buruk. Pilihlah dan kita berani dengan pilihan ini. Entah sekarang tapi yang pasti nanti.

Berterimakasihlah pada waktu yang telah membawamu menemukan cahaya...

Kayaknya ribuan terimakasih tak akan cukup untuk mengambarkan rasa ini pada sosok dia yang telah membagi arti hidup. Sekarang dan nanti akan selalu menjadi tempat untuk berbagi akan segalanya. Dia yang siap dan tanpa pamrih... Hanya pada waktu kutitipkan doa untuk selalu terbuka menerimanya dalam untaian sabdanya pada setiap hati yang berharap akan rasa berbagi...

Terimakasih sahabat (ijinkan kusebut demikian)

Saturday, September 02, 2006

Pelajaran Hidup

ketika garis telah dicatat, ikhlaslah yang harus diucap.....

malam blog...
tonight I feel so sad....to many ujian hidup yang menyapaku dalam himpitan kehidupan ini, disini. Terlampau banyak yang harus kuhirup dalam sesak waktu yang memagariku. Aku terdiam dalam penyesalan yang dalam, penyesalan yang tak mungkin mengembalikan tawa anak kecil yang sempat kutitipkan asa. Bukan hanya aku, namun semua yang bersamaku dalam hidup dan matiku.
Kenapa begitu mudah dia melakukan dan tanpa melihat wajah-wajah penuh harap dan asa yang ingin dititipkan?

Menangislah, kalau itu akan membuatmu lepas....

Air mata itu masih mengalir dan meninggalkan sembab dimata-mata itu. Mata-mata yang dulu berbinar ketika tawa itu hadir. Tawa kebanggaan akan keberhasilannya. Banyak mata yang memandang rendah menjadi terbelalak sambil tetap meragukan dan menyangsikan. Tapi biarlah mereka dengan cerita mereka....

Mata-mata yang mengalirkan air mata penyesalan akan semua namun ketegaran hati dan keikhlasan yang akan menjawab dan mencoba menghibur semua ini. Sambutlah dia dengan cinta seperti cinta yang dihadirkan saat dia datang...

besar asa yang dititipkan, semoga bisa terwujud...

Aku diam dalam merenunggi yang terjadi. Dalam kekalutan kumencari jawab dan menegadahkan tangan padaNya, semoga semua hadir yang akan kuraih hari ini esok dan nanti dalam menambah senyum pada hati-hati yang terluka dan terlanjur kecewa...semoga

Friday, September 01, 2006

Love is everything

ketika cinta menguasai hati: sepi, sendiri, jauh terasa ada....

Kekuatan cinta terkadang mengalahkan segalanya yang ada dalam hidup ini. Cinta menyelimuti dingin yang mengigit. Cinta memayungi panas yang membakar, Cinta juga mengamit asa yang telah diucap.
Saat pelangi harapan menyapa dalam keraguan tanya yang memagari. Ada sejuk embun pagi menetesi relung hati yang dikalutkan awan senja. Kekuatan cinta selalu dan selalu hadir menguatkan ragu yang menguasai jiwa dalam bimbang yang dibawa kelu bibir dalam ucap dan untaian kata yang belum disampaikan, baik pada kertas yang dijembatani pena maupun pada gema yang disampaikan melalui angin...

Saat ini suatu pelajaran yang sangup mengetarkan jiwa kutemukan dalam oase pencarian cinta sejati. Ketika jarak dan sepi menyapa, aku selalu merasa dekat dan selalu bersama. Walaupun hanyalah ketikan ibu jari dalam merangkai kata yang menyampaikan cinta ini sarananya. Ada harap yang telah dijawab dan ada tawa yang telah dibagi. Mengagungkan arti kata cinta seperti menyelami air dari nirwana, sejuk dan mendamaikan....

berucap terimakasih adalah buah dari penghargaan....

Terimakasih cinta yang telah mengajariku arti memiliki dan dimiliki, arti menyayangi dan disayangi, arti merindu dan dirindui dan arti cinta dan mencintai...