Tak ada tawa tak ada canda
Yang ada hanya jeda yang panjang…..
Begitu cepat waktu membalikan kenyataan. Satu dalam kerinduan yang dalam berganti jeda yang menyesakkan dada ini. Terlalu besar hati ini untuk menyiramkan sejuk dalam bara yang memanas dihati ini. Memahami dan memaknai hubungan tak disadari suatu yang ingin sekali dimiliki. Entahlah, kenapa begitu rentan panas itu menyirami hati ini, namun begitu besar rasa angkuh untuk saling menyadari dan menerima kekurangan.
Aku tak tahu untuk melihat ini kedepan, terlalu takut aku menitipkan butiran-butiran harap itu, terlalu sedih rasanya membayangkan hari-hari kedepan dengan kenyataan yang belum terbaca sempurna.
Jeda ini masih berdiam dalam diri ini, masih ingin mengisi relung hati yang sedikit terluka. Aku tak tahu apakah ini egoisme yang terlalu ingin bersama-sama dengan kita? Apakah kita terlalu dini untuk saling memaknai ikatan yang telah dikuatkan?
Ada Tanya yang mencoba bermain disudut hati ini, menafakuri apa yang sering menyapa diantara ikatan ini. Inikah makna memiliki itu? Kenapa aku merasa ada ketidak sempurnaan dalam berbagi? Kenapa ada keangkuhan yang masih bertahan didalam?
Jeda itu masih bermain disini dan (serasa) tak ingin mencairkan gunung es itu walaupun panas bara masih membara.
Saturday, October 07, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment