Tuesday, August 29, 2006

Dalam diam, jujur menyapa

diam dan diam beradu dalam tanya yang tak mengalir....

siang my blog...
Tanya itu kembali hadir mencoba untuk dijawab, namun rasa yang berada di dada ini memaksa hati untuk enggan berucap. Dinginnya suasana menambah dingin yang dibentengi sepi yang membunuh. Rasa itu kembali coba dievaluasi dalam rangkaian ujian hari dan hari yang dibungkus detik dalam pagi siang dan malam.
Kita masih dalam diam, lumayan lama mencoba merangkai kata yang berserakan dalam duri dada ini, dalam genggaman hati yang dialirkan oleh darah kepada tangan yang tergenggam. Satu hanya satu dalam keyakinan. Keyakinan akan satu yang telah terucap, yang telah terpatri dalam janji malam itu.

jangan tanyakan diam apabila jawab yang ingin kau pinta.....

Banyak yang mengatakan bahwa diam itu emas. Namun kami mencoba merangkai untaian kata menjadi kalimat dibungkus kejujuran yang harus dikeluarkan. Dalam kebersamaan selalu ada pengakuan akan kejujuran hati masing-masing, tanpa degradasi barang satu kata maupun satu kalimat. Semua mengalir seperti air mengalir menyejukkan relung hati berdua.

Diam itu akhirnya mencair dalam siraman keingintahuan kami berdua...ya berdua aja dalam kejujuran yang selalu membingkai hidup dan kehidupan hubungan ini. Begitu indah untuk menapaki hidup dalam rasa saling percaya...

Kekuatan untuk mencintai adalah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada manusia, sebab kekuatan itu tidak akan pernah direnggut dari manusia penuh berkat yang mencinta.

Gengaman itu menjadi erat, seperti hati kami yang dieratkan oleh janji yang pernah terucap, dulu.
Tawa, canda, marah, sebel seolah menjadi warna dalam hubungan ini. Semoga...

No comments: